PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fenomena El Nino menyebabkan lima desa di Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang mengalami krisis air bersih. Kelima desa mengalami krisis air bersih yaitu di Desa Kadubadak, Cipinang, Padamulya, Kramatmanik, dan Karangsari, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang.
Dari lima desa itu, krisis air bersih paling parah dialami warga Desa Kadubadak karena di sumber air bersih di semua kampungnya mengalami kekeringan karena kemarau panjang kurang lebih tiga bulan lamanya yang diduga dampak dari fenomena El Nino.
Menurut Ketua Relawan Forum Kampung Siaga Bencana Kabupaten Pandeglang Beni Madsira mengatakan, wilayah yang mengalami krisis air bersih di Kecamatan Angsana tersebar di lima desa.
“Pertama itu Desa Kadubadak, Cipinang, Padamulya, Kemudian Kramatmanik, kemudian di Desa Karangsari. Tetapi yang paling parah mengalami krisis air bersih di Desa Kadubadak,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 22 Agustus 2023.
Di Desa Kadubadak masuk wilayah terparah karena krisis air bersih terjadi di semua kampungnya. Sementara di Desa Karangsari itu hanya beberapa kampung saja.
“Misalkan kayak Kampung Kubang Sari, Kubang Oleng, kemudian di Desa Cipinang juga ada kampung Bojong Koneng, Cilampung Cicae. Kemudian di Desa Kramatmanik itu hanya di Kampung Talantang yang mengalami kekeringan,” katanya.
Sedangkan kalau di Desa Kadubadak itu tersebar di semua kampung mengalami kekeringan. Sehingga dibutuhkan bantuan air bersih.
“Hari ini bantuan air bersih datang dari pihak Perumdam Tirta Berkah. Mengirim air bersih di Desa Kadubadak,” katanya.
Selain Kecamatan Angsana, wilayah lain mengalami kekeringan dan krisis air bersih yaitu di Kecamatan Sindangresmi. Kemudian Pagelaran, Cibitung, Cibaliung.
“Nah itu data laporan sementara dari KSB yang saat ini mengalami krisis air bersih karena mengalami kekeringan. Kami temen- temen KSB selalu melakukan pemantauan dan melaporkan setiap apapun di group dan kami sudah laporkan juga kepada Dinsos dan BPBD dan insyaallah dari BPBD juga mempersiapkan untuk pengiriman air ke wilayah – wilayah sedang mengalami kekeringan,” katanya.
Adapun bantuan air bersih dari Perumdam, atas laporan KSB pada hari Senin, 21 Agustus 2023. Kemudian dari Perumdam langsung menindaklanjuti dengan mengirimkan bantuan air bersih.
“Sementara ini baru ke Desa Kadubadak. Yang disambut antusias puluhan warga yang mengalami krisis air bersih,” katanya.
Camat Angsana Acep Jumhani mengucapkan, terima kasih kepada KSB selalu membantu.
“Terima kasih juga kepada Perumdam Tirta Berkah dan kepada Ibu Bupati Pandeglang Irna Narulita atas bantuan air bersih. Untuk membantu mengatasi krisis air bersih,” katanya.
Kades Kadubadak Sapiin mengucapkan, terima kasih atas bantuan air bersih untuk warganya.
“Mohon dibantu lagi karena masyarakat sangat antusias dan membutuhkan air bersih. Hanya untuk minum saja,” katanya.
Warganya mengalami krisis air bersih karena kemarau berkepanjangan yang diduga dampak dari El Nino. Hingga membuat di Desa Kadubadak saat ini memang kekurangan air bersih akibat Air tanah dan aliran sungai juga mengalami kekeringan.
“Saat ini sumber air bersih di Desa Kadubadak hanya ada satu titik yang digunakan untuk mengambil wudhu dan juga mandi. Dengan adanya pengiriman air bersih ini saya sangat bersyukur, bahkan menunggu lagi, harapannya setiap hari karena memang warga sangat membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan











