PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Bupati Pandeglang Irna Narulita merasa kehilangan atas mutasi Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang Helena Octavianne yang promosi menjadi Asisten Pengawas Kejaksaan Tinggi Jambi.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Pandeglang Irna Narulita usai menghadiri pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang dari Helena Octavianne kepada Damha yang sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku, merasa kehilangan dengan sosok Kajari Pandeglang Helana Octavianne.
“Saya merasa kehilangan dengan Ibu Helena yang saat ini dipindah menjadi Aswas di Kejati Jambi. Saya merasa berbahagia juga, ada pak Damha penggantinya,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 28 Agustus 2023.
Pengganti Kajari Pandeglang Damha, sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli.
“Ya penggantinya (Damha-red) juga luar biasa. Sebagaimana nanti kerjasama kita akan kita lanjutkan. Pondasi sudah diletakkan Ibu Helena dan akan dilanjutkan oleh Pak Damha,” katanya.
Bupati Irna menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi, berkomunikasi terkait dengan bagaimana produk hukumnya. Membuat perencanaan, penganggaran itu harus
on the track.
“Jadi kami perlu pendampingan. Selama ini kami melakukan pendampingan dan asistensi MoU, PKS dengan Kejaksaan dan ini akan terus kita tindaklanjuti,” katanya.
PKS dengan Kejaksaan akan ditindaklanjuti karena memang banyak manfaatnya. Khususnya terhadap upaya peningkatan PAD.
“Bagaimana piutang pajak dibantu Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan. Lalu juga aset-aset kita terkelola dengan baik lalu juga pengelolaan dana desa juga semakin baik karena kejaksaan turun ke tingkat-tingkat desa sehingga akselerasi keuangan di desa menjadi semakin baik,” katanya.
Sementara itu Mantan Kajari Pandeglang yang promosi menjadi Aswas Kajati Jambi Helena Octavianne menitipkan, pesan agar Posko Akses Keadilan bagi Perempuan dan Anak jangan sampai hilang.
“Sudah saya wanti-wanti itu Kasi Pidum Kasi Intel, karena kenapa pertama ini kan yang pertama di Indonesia dan sebenarnya efeknya juga sudah bagus. Saya sebagai Aswas akan menyarankan seluruh Kejari di Jambi untuk punya posko akses keadilan perempuan dan anak tapi saya melihat tingkat kejahatan di sana paling banyak narkotika tinggi, kalau kasus perempuan dan anak saya belum melihat sampai tinggi di Pandeglang,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











