LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lebak menyebut dari total 288 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) semuanya belum masuk kategori mandiri dan masih dalam tahap berkembang.
Dari data DPMD Lebak, tercatat dari 340 desa di kecamatan, 54 desa belum membentuk BUMDes. Sementara, dari total 288 BUMDes yang ada, semuanya masih belum masuk kategori mandiri.
Untuk diketahui, di Kabupaten Lebak terdapat 288 BUMDes. Nah, dari data DPMD setempat diketahui, semuanya belum bisa dikatakan sudah mandiri. Saat ini masih di tahapan berkembang.
BUMDes merupakan badan usaha yang dikelola oleh pemerintah desa yang disesuaikan dengan potensi desa masing-masing, ada yang berbentuk pariwisata, pertanian, peternakan dan bentuk usaha lainnya.
Kabid Pembinaan Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Desa (P2LKD) DPMD Lebak, Agus Suherli, mengatakan, yang terbentuk saat ini baru 288 BUMDes di 340 desa yang ada di Lebak.
“BUMDes yang kategorinya aktif berjumlah 140, dan sisanya tidak aktif. BUMDes aktif, bisa menyumbang untuk PADes, dan yang tidak aktif ini adalah BUMDes nya ada tapi tidak ada aktivitas usahanya,” kata Agus, Selasa 26 September 2023.
Lebih lanjut, Agus menyebut, belum ada BUMDes di Kabupaten Lebak yang bisa dibilang mandiri dan maju. Karena sampai saat ini BUMDes di Lebak mayoritas masih di tahapan berkembang.
“Belum ada yang maju masih pada tahap berkembang. Omzet maksimalnya masih di angka Rp 200 juta, kalau maju itu di angka Rp 400 juta,” ujarnya.
Diharapkan Agus, pemerintah desa di Lebak bisa memiliki estimasi dan pendapatan dari setiap penyertaaan modal yang dikucurkan ke BUMDes.
“Jangan sampai memberikan penyertaan modal kepada BUMDes yang tidak aktif sebelum clear pertanggungjawaban dari penyertaaan modal yang lama. Jangan sampai diberikan penyertaan modal tapi pengelolaannya asal-asalan,” tandasnya. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











