PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jumlah pengangguran di Kabupaten Pandeglang meningkat signifikan pada 2022.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang, pengangguran di Pandeglang mencapai 7,7 persen pada 2021 dan pada 2022 menjadi 9,24 persen atau naik sebesar 1,4 persen.
Kepala BPS Kabupaten Pandeglang Achmad Widijanto mengungkapkan, kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah di Kabupaten Pandeglang dalam mengatasi tren atau jumlah angka pengangguran tersebut.
“Keterbatasan lapangan kerja adalah salah satu faktor utama, sementara pendidikan terus berlanjut. Pemerintah harus mencari cara untuk menghubungkan peluang pekerjaan dengan lulusan yang ada dan memberikan mereka keterampilan yang relevan,” ungkapnya, Jumat, 6 Oktober 2023.
Achmad Widijanto menyoroti perbedaan tren generasi saat ini dengan generasi sebelumnya. Meskipun Kabupaten Pandeglang memiliki potensi pertanian yang besar, minat generasi milenial atau Gen-Z cenderung berbeda.
“Pertanian mungkin bisa menjadi pilihan menarik untuk mereka, tetapi saat ini masih didominasi oleh generasi yang lebih tua,” katanya.
Dia menjelaskan, masalah tidak hanya terkait dengan lapangan kerja yang tersedia, tetapi juga dengan kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan sumber daya manusia yang ada.
“Di Tangerang, contohnya, ada banyak industri, tetapi tidak semua perusahaan mampu memanfaatkan SDM secara efektif,” ujarnya.
Achmad Widijanto menyampaikan, banyak warga Pandeglang memilih merantau ke daerah lain, seperti Jakarta, Serang, dan Tangerang, untuk mencari pekerjaan. Hal ini disebabkan oleh dinamika perusahaan yang sering menggunakan sistem kontrak atau outsourcing yang tidak permanen.
Dia mengajak masyarakat Pandeglang untuk berinisiatif dan berinovasi dalam menciptakan peluang pekerjaan tersebut.
“Kita perlu memberikan kelanjutan setelah pelatihan atau pendidikan, seperti menghubungkan mereka dengan lembaga permodalan. Ini penting agar lulusan tidak hanya memiliki ijazah dan sertifikat, tetapi juga dapat sukses di dunia kerja,” tambahnya.
Achmad Widijanto menyoroti kekurangan dalam hal inovasi di Kabupaten Pandeglang dan menekankan perlunya program khusus untuk mendukung lulusan SMA/SMK yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
“Program-program ini harus berdasarkan potensi yang ada di daerah,” tandasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor : Merwanda











