SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau KTP digital di Kota Serang masih jauh dari target. Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang, saat ini pembuatan IKD baru mencapai 2,13 persen dari target yang ditetapkan sebesar 25 persen.
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kota Serang Yusrini Pratiwiningrum mengatakan, belum tercapainya target terkait IKD tersebut akibat dari masyarakat Kota Serang yang dinilai masih gagap teknologi (gakptek).
Ia mengatakan, masyarakat Kota Serang disebut masih minim yang menggunakan handphone android. Menurutnya, hal ini tidak terjadi di Kota Serang saja, melainkan juga terjadi di kabupaten/kota lain di Provinsi Banten.
“Untuk IKD Kota Serang di akhir September kami mendapatkan laporan progresnya sudah mencapai 2,13 persen itu dengan angka 1800 lebih dan itu sudah ada peningkatan dibandingkan dengan bulan-bulan lalu itu hanya 1,8 persen,” ujarnya, Minggu 29 Oktober 2023.
Pihaknya mengaku, untuk mengejar target IKD tersebut, hingga saat ini Disdukcapil Kota Serang masih terus melakukan pelayanan jemput bola.
“Jadi untuk mencapai target 25 persen, kemudian kami juga sedang gencar-gencarnya jemput bola, nah di dalamnya itu kami sertakan jadi syarat dan itu menjadi pelayanan juga dalam menjemput bola,” katanya.
Ia menuturkan, Kota Serang disebut merupakan daerah yang cukup tinggi realisasi targetnya dibandingkan dengan kota/kabupaten lain di Provinsi Banten.
“Kalau dilihat di Provinsi, Kota Serang ada di peringkat ke-4 karena karekteristik berada di Kota besar, yah. Berbeda dengan daerah lain,” tuturnya.
Bahkan, aktivasi IKD lebih banyak dilakukan oleh warga, dibandingkan para aparatur sipil negara (ASN) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) pada lingkungan Pemkot Serang.
“Tapi lebih banyak angkanya di warga. Kalau di OPD kita presentasikan jumlah ASN kan banyak dan tidak sampai setengahnya terhitung masih minim, karena jumlah pegawai kita juga terlalu besar,” ucapnya.
Ia mengatakan, pihaknya masih tetap membuka loket khusus IKD pada hari Sabtu, untuk mengejar target yang masih sangat jauh.
“IKD itu sebetulnya jadi pendukung ketika IKD pencapaian signifikan itu sebetulnya menjadi perhatian pusat sebetulnya. Jadi itu lah kenapa kami juga selalu menyampaikan pelayanan di mana pun IKD itu harus,” katanya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











