DINAS Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang terus mengoptimalkan kinerjanya demi menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Berbagai program sudah dijakankan oleh DKPP sehingga ketahanan pangan dapat terwujud. Bahkan Kabupaten Serang menjadi salah satu wilayah yang memberikan sumbangsih ketahanan pangan nasional di masa kekeringan tahun ini.
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, pihaknya mempersiapkan 6.000 hektare lahan persawahan yang akan ditanam benih padi khusus yang tahan kekeringan jenis Inpari 32 oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Pada tahap awal Agustus 2023 ini, Pemerintah Pusat sudah memberikan bantuan benih padi untuk lahan 1.000 hektare di Kecamatan Tunjungteja dan Kecamatan Mancak.
Sedangkan tambahan 5.000 hektare akan ditanam di Kecamatan Cikeusal, Kragilan Pabuaran, Kopo, Pontang, Baros Gunungsari, Puloampel, Bandung, petir, Cinangka, padarincang ,Pamarayan, lebakwangi, dan Kibin. “Jadi ada 6.000 hektare yang dipersiapkan untuk ketahanan pangan nasional. Ini jadi sumbangsih ketahanan pangan nasional,” kata Suhardjo.

Lahan seluas 6.000 hektare ini, kata Suhardjo, merupakan lahan yang sudah diseleksi dan dipilah yang cocok dengan jenis padi tahan kekeringan jenis Inpari 32.
Kendati saat ini di Kabupaten Serang tengah banyak lahan sawah mengalami kekeringan, seluas 573 hektare lahan sawah di 13 kecamatan, namun tidak akan mempengaruhi produksi padi untuk ketahanan pangan nasional ini.
Selain itu, DKPP Kabupaten Serang tahun ini juga akan meningkatkan produktivitas kedelai varietas lokal yakni Migo Ratu Serang dengan menanam di lahan seluas 10 hektare.
Lahan tersebut berada di Kecamatan Cinangka 7 hektare, 2 hektare di Kecamatan Mancak, dan 1 hektare di Kecamatan Anyar. Di waktu bersamaan juga ditanamkan kedelai jenis dengan seluas 500 hektare. “Kedelai ini kualitas tinggi, hasil panennya akan kita kembangkan untuk penanaman selanjutnya,” katanya.

Pengembangan kedelai ini juga merupakan sumbangsih Kabupaten Serang terhadap swasembada pangan nasional. Karena selama ini Indonesia masih mengimpor kedelai dari luar negeri.
Selain itu, di Bidang Hortikultura, pihaknya mendapatkan bantuan dari Bank Indonesia untuk menanam cabai merah di lahan seluas 4 hektare, terbagi dua hektare di Kecamatan Pabuaran dan dua hektare di Kecamatan Padarincang.
Ada dua jenis cabai yang ditanam yakni cabai kriting dan cabai rawit. Komoditas ini, kata Suhardjo, akan terus dikembangkan karena sesuai instruksi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang menginginkan Kecamatan Pabuaran dan Padarincang menjadi sentra komoditas cabai.
Hal itu mengingat kebutuhan cabai merah Kabupaten Serang sangat besar, sampai saat ini masih mengandalkan daerah lain, padahal potensi yang dimiliki sangat besar berkaca pada ketersediaan lahan yang tersedia. “Kebutuhan cabe merah kita pertahunnya 5000 ton, cabe rawit 4000 ton, ini pemenuhannya dari daerah lain,” ungkapnya.

Suhardjo berharap, para petani agar mau dan bisa berinovasi untuk tidak hanya memproduksi padi, tetapi di masa setelah panen bisa ditanami jenis lainnya seperti cabai agar kebutuhan cabai merah bisa terpenuhi.
Di samping itu, pihaknya terus melakukan pendampingan kepada para petani untuk mengembangkan pertaniannya. Pendampingan ini dilakukan secara melekat oleh penyuluh pertanian yang sudah terlatih. (adv)











