CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Munculnya dua kandidat sebagai Bakal Calon Walikota Cilegon dari Partai Golkar masih jadi pembahasan hangat di Kota Cilegon.
Diketahui, DPP Partai Golkar memunculkan nama Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Miraj dan Ketua DPD Partai Golkar Kota Cilegon Ratu Ati Marliati sebagai kandidat Bakal Calon Walikota Cilegon.
Nama keduanya muncul dalam surat undangan dari DPP Partai Golkar untuk para bakal calon kepala daerah se Indonesia.
Setelah mendapatkan panggilan dari DPP, Isro dan Ati mendapatkan Surat Perintah dari DPP dengan status mereka sebagai Bakal Calon Walikota Cilegon.
Melihat munculnya nama Isro dalam bursa kandidat Bakal Calon Walikota Cilegon, Pengamat Politik Syaiful Bahri menganggap hal itu wajar.
Syaiful menjelaskan, wajar jika DPP Golkar menganggap Isro sebagai kader potensial atau prospektif untuk dimajukan sebagai Bakal Calon Walikota Cilegon.
Hal itu tak terlepas dari posisi yang diemban Isro saat ini yaitu Sebagai Ketua DPRD Kota Cilegon sekaligus sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Cilegon.
“Pak Isro disebut potensial karena punya kekuasaan sebagai ketua dewan, suka tidak suka juga, berdasarkan informasi dari masyarakat di bawah masyarakat, Pak Isro juga banyak disukai,” ujar Syaiful, Minggu 26 November 2023.
Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Banten itu pun melihat Isro saat ini sedang mendapatkan banyak simpatik dari masyarakat. Hal itu bahkan ia lihat secara langsung di beberapa kesempatan saat Isro menghadiri undangan masyarakat.
Isro dengan jabatannya sebagai Ketua DPRD Kota Cilegon saat ini banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal itu menjadi modal besar untuk bisa maju di kontestasi Pilkada nanti.
“Atas dasar itu, saya pikir tepat juga jika Pa Isro mendapatkan mandat,” ujarnya.
Syaiful melihat kemunculan dua nama sebagai Bakal Calon Walikota Cilegon ini sebagai strategi DPP Golkar untuk mempertahankan kemenangan di Pemilu 2024.
Dengan munculnya dua nama itu, akan membuat dua kader potensial itu bekerja optimal untuk memenangkan partai di Pemilu 2024 nanti.
“Karena kalau hanya dimandatkan pada satu tokoh, ini dikhawatirkan kerja-kerja tokoh lain yang memang potensial justru gak kerja. Dengan dua tokoh yang muncul menurut saya strategi bagus agar berkompetisi secara sehat, karena pada akhirnya akan disurvei lagi secara internal,” papar Syaiful.
Konsekuensi dari munculnya dua nama itu adalah munculnya persepsi pecah kongsi atau perpecahan di internal Golkar.
Namun, mantan komisioner KPU Kota Cilegon dan KPU Provinsi Banten itu menilai persepsi itu masih bisa dipatahkan oleh kedua kandidat tersebut.
“Seolah-olah ada pecah kongsi, itu tidak bisa dielakkan, tinggal keduanya bisa memastikan jika persepsi itu tidak benar, mereka berdua harus menunjukkan itu. Yang harus dilihatkan adalah keduanya sama-sama berjuang untuk Golkar,” papar Syaiful.
Bagi kedua kandidat sendiri, yaitu Ati dan Isro, kemunculan dua nama itu bisa menguntungkan satu sama lain.
Bagi Ati, ini menguntungkan karena kerja partai akan semakin optimal dalam perhelatan Pemilu, utamanya dalam Pileg.
Kondisi ini bisa membuat Golkar mempertahankan kemenangan, dan itu jadi nilai bagus untuk Ati sebagai Ketua DPD Golkar Kota Cilegon.
Bagi Isro, keuntungannya adalah namanya diperhitungkan oleh DPP sebagai alternatif yang prospektif.
Pada akhirnya partai hanya akan menunjuk satu nama, dan Syaiful meyakini proses penunjukan satu nama itu akan melalui berbagai tahapan salah satunya survei internal serta performa kedua kandidat itu dalam memenangkan partai. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi











