PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 90 penyandang disabilitas dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) mendapatkan bantuan alat bantu dari Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang.
Ke-90 penyandang disabilitas dan PMKS mendapatkan alat bantu berupa kursi roda, tongkat ketiak, tongkat tangan, dan alat bantu dengar.
Alat bantu tersebut diarahkan kepada 90 penyandang disabilitas dan PMKS dalam acara peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ( HKSN ) di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta, mengatakan bahwa kalau program yang sudah disiapkan oleh Dinas Sosial sudah dijalankan dengan baik sampai saat ini.
“Dinsos secara simbolis memberikan bantuan kepada 90 orang disabilitas dan PMKS. Yang berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Pandeglang,” katanya di Kecamatan Majasari, Senin, 4 Desember 2023.
Bantuan diberikan berupa alat bantu yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Berupa tongkat, kursi roda, dan juga alat bantu dengar.
“Semoga bantuan diberikan dapat bermanfaat. Sehingga dapat membantu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Sutoto mengatakan, Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang menggelar kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) bertempat di aula kantor Kecamatan Majasari.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya yang berada di Kecamatan Majasari, Banjar, Kaduhejo dan Cimanuk,” katanya.
UPSK ini merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.
“Yang bergerak untuk menjangkau lokasi penyandang disabilitas atau PMKS lainnya sampai ke tingkat desa atau kelurahan. Dan bertepatan di Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional tahun 2023 Dinsos Pandeglang bekerja sama dengan tim terpadu yang terdiri dari para ahli dan pekerja sosial, dokter, perawat, dan konsultan kecamatan diperoleh data sekitar 90 orang penyandang disabilitas atau PMKS lainnya yang membutuhkan alat bantu dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











