PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID-Warga yang terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pandeglang terus bertambah.
Untuk menekan jumlah kasus, Puskesmas Cikupa Pandeglang menyediakan serbuk abatisasi untuk memberantas jentik nyamuk Aedes aegypti.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada awal 2024 tercatat 72 kasus DBD di Kabupaten Pandeglang. Balita dan anak-anak berjumlah 30 orang, di atas 18 tahun atau dewasa 42 orang.
Untuk itu, Kepala Puskesmas Cikupa, Hasan Jaelani mengaku telah memberikan abatisasi di Curug Sawer, wilayah paling banyak terjangkit DBD.
“Kita kemarin mantau ada kasus DBD udah melaksanakan di Curug Sawer Timur kebanyakan itu kita ke sana, semua masyarakat kita berikan serbuk abatisasi itu lebih efektif,” kata Hasan dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 28 Januari 2024.
Kata Hasan, serbuk abatisasi sangat efektif untuk memberantas penyakit nyamuk penyebab DBD.
“Serbuk abatisasi di kita ada banyak sudah disediakan cukuplah kalau persediaan ada, masyarakat boleh minta ke kami Puskesmas gratis,” ungkapnya.
Selain pemberian serbuk abatisasi, pihaknya membantu membunuh jentik nyamuk yang biasanya berkembang di genangan air dan kolam dengan lebih efisien.
“Selanjutnya, kami melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masyarakat, karena jentik nyamuk cenderung berkembang di tempat-tempat yang memiliki genangan air bersih, seperti kaleng bekas dan kolam bak,” tambahnya.
Ia mengajak masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan dan rumah mereka guna mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
Editor : Merwanda











