SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Banten menginginkan Koperasi yang jadi binaan Dinkop agar bisa mengakses pinjaman dari pihak bank.
Kepala Dinkop UKM Provinsi Banten, Agus Mintono mengatakan, pinjaman bank itu bisa didapatkan oleh kopeeasi jika sudah masuk kedalm kategori bankable atau memenuhi persyaratan untuk mengakses produk-produk keuangan yang disediakan oleh perbankan.
“Kita targetkan 400 koperasi yang jadi binaan kita bisa menjadi koperasi bankable pada tahun ini,” kata Kepala Dinkop Banten, Minggu 28 Januari 2024.
Agus mengatakan, selama ini koperasi yang jadi binaan pihaknya belum sepenuhnya bisa mendapatkan pinjaman dari bank. Sebab, terdapat sederet permasalahan.
“Permasalahannya cukup kompleks. Diantaranya keaktifan dari koperasi itu sendiri, kita mencatat pada November 2023, hampir 50 persen koperasi binaan atau 250 koperasi tidak aktif,” katanya.
Ia mengungkapkan, ratusan koperasi itu tidak aktif karena tidak menggelar rapat akhir tahun (RAT). Padahal, RAT adalah hal wajib yang harus dilakukan oleh koperasi.
Selain itu, koperasi juga tidak melaksanakan rencana yang sudah disusun. Padahal, mereka sudah melakukan RAT.
“Karena tidak melaksanakan apa yang sudah direncanakan, ibaratnya hanya RAT formalitas, jadi dianggap sebagai koperasi tidak aktif,” ujarnya.
Pihaknya pun berkomitmen untuk terus membina koperasi yang ada di Banten, bahkan lebih jauhnya bisa mengakses produk keuangan dari perbankan.
“Mudah-mudahan apa yang ditargetkan tahun ini bisa tercapai,” terangnya.
Dinkop berencana untuk menutup ratusan koperasi yang mati suri itu, dan membuka koperasi baru, namun dengan nama yang baru. Nantinya, pihaknya akan mengawasi perkembangan dari koperasi itu.
Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, beradaan koperasi sangatlah penting khususnya dalam upaya mengendalikan inflasi di Provinsi Banten.
Menurutnya, koperasi sendiri merupakan
soko guru perekonomian di Indonesia yang selalu memberikan dukungan pada pertumbuhan dan perekonomian nasional.
“Pengendalian inflasi dapat kita lakukan melalui koperasi yang mana mita bersama-sama memantau harga, stok pangan yang tersedia,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











