LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Harga beras di pasaran saat ini semakin tinggi dan banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Tingginya harga beras terjadi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Rahmat, mengungkapkan, harga beras yang mahal karena stok gabah kurang. Harga yang mahal terjadi pada semua daerah.
“Stok gabah saat ini menipis menyebabkan harga gabah naik,” kata Rahmat kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 14 Februari 2024.
Rahmat menuturkan, saat ini daerah mayoritas penghasil gabah di Indonesia, stok gabahnya menipis. Sehingga, hal tersebut berakibat pada harga beras yang saat ini mencapai Rp 15.000 – Rp 17.000 per kilogram.
“Di tempat lain juga seperti Karawang stok gabah menipis, hal ini akibat menurunnya luas tanam tahun lalu akibat El Nino” tutur Rahmat.
Ditambahkanya, kondisi El Nino tahun 2023 berakibat pada masa tanam yang tertunda. Sehingga, menyebabkan stok gabah menipis dan menjadikan harga beras mahal.
Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, untuk beras premium harganya Rp 15.000 per kilogram dan harga beras KW II Rp 14.000 per kilogram.
Kabid Pedagangan pada Disperindag Lebak, Yani, menyampaikan, harga beras di Pasar Rangkasbitung mayoritas Rp 14.000 per kilogram.
“Harganya masih rata-rata se-Kabupaten Lebak harga Rp 14.000, ini data kami,” kata Yani.
Lebih lanjut, Yani menjelaskan, stok beras menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan sedang mengalami defisit sebesar 2,7 juta ton pada periode Januari-Februari 2024.
“Situasinya sedang dapat tekanan dari produksi, sebagian petani kita telat tanam, baru Januari nanam,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











