SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Al-Bantani Kabupaten Serang akan melakukan optimalisasi terhadap layana air bersih untuk masyarakat yang ada di tiga kecamatan di Kabupaten Serang.
Hal itu mengingat, Water Treathment Plant (WTP) di wilayah tersebut sudah ada sejak tahun 2016, namun jumlah Sambungan Rumah (SR) nya masih sangat minim.
Direktur Perumda Tirta Al-Bantani, Eli Mulyadi mengatakan, pihaknya telah memiliki WTP yang melintasi tiga kecamatan di Kabupaten Serang, yakni Kecamatan Cikeusal, Petir dan Kecamatan Tunjungteja sejak tahun 2016 lalu.
Namun demikian, cakupan dari SR nya masih sangat rendah dari kapasitasnya yang mencapai 6.000 SR. “Ada 137 SR yang masih aktif, dan yang sudah dinonaktifkan 400 sekian,” katanya saat ditemui usai rapat bersama beberapa kepala desa di Gedung Setda Kabupaten Serang, Jumat 1 Maret 2024.
Ia mengatakan minimnya minat masyarakat untuk menggunakan layanan air bersih dari Perumda Tirta Al-Bantari tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, mulai dari pembiayaan hingga masyarat yang masih menggunakan air bawah tanah.
“Buat WTP nya ada, tapi untuk jaringan SR nya dibebankan ke masyarakat. Itu yang jadi salah satu penyebabnya. Ke dua airnya juga masih bagus daerah sana, mungkin masyarakat itu masih menggunakan air bawah tanah,” jelasnya.
Untuk mengoptimalkan sambungan SR di tiga kecamatan tersebut, pihaknya akan menggeratiskan pasangan SR kepada masyarakat dengan melalui program dari APBN.
“Kita maksimalkan mumpung ada program bantuan dari APBN melalui Inpres percepatan air minum perkotaan. Sehingga masyarakat tidak dibebankan biaya pemasangan airnya, tetapi hanya membayar biaya kubikasi sebesar Rp7 ribu per kubiknya,” tegasnya.
Nantinya akan ada sebanyak delapan desa di tiga kecamatan yang akan mendapatkan program pemasangan SR gratis yakni Desa Panosogan, Cikeusal dan Sukaratu di Kecamatan Cikeusal.
Lalu Desa Mekar Baru, Petir, Sindangsari dan Kadugenep di Kecamatan Petir. Sementara hanya satu desa di Kecamatan Tunjungteja, yakni Desa Tunjungteja.
“Ini harus dimaksimalkan lagi karena kan kapasitas nya 6 ribu SR, makanya ini optimalisasi, kita jalin kerjasama dengan camat dan kepala desa,” tegasnya.
Nantinya, kepala setiap kepala desa akan mengajukan usulan terkait warganya yang ingin ikut dalam program tersebut. “Rencana 18 Maret akan di tutup, makanya kepala desa diminta satu minggu pengusulannya, kita proses 2 minggu sehingga tanggal 18 sudah klir ke balainya,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











