PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Satu unit rumah milik Unah (60), warga Kampung Tajur, Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, roboh pada Sabtu, 9 Maret, 2024 sekira pukul 04.00 WIB.
Rumah milik Unah roboh karena terendam banjir ditambah hujan deras disertai angin kencang.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana menginformasikan, ratusan rumah di beberapa kecamatan tergenang banjir.
“Banjir akibat tingginya curah hujan dan meluapnya beberapa sungai,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 9 Maret 2024.
Saat ini, ia tengah berada di Desa Ciawi, Kecamatan Patia, untuk menurunkan beberapa tim dari BPBD provinsi dan kabupaten.
“Dari informasi kita terima di Patia ini beberapa desa masih tergenang banjir, di Desa Idaman, Surianen, dan Desa Cimoyan,” katanya.
Informasi dari tim yang di berada di lokasi banjir, di Desa Idaman bahwa air masih setinggi satu meter. Ia berharap, air cepat surut dan tidak turun hujan kembali.
“Selain yang tergenang, kami pun menerima informasi di Desa Idaman ada satu rumah nyaris roboh, bisa dibilang roboh, dan tim kami sedang melihat di sana,” katanya.
Kasi Kedaruratan pada BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Rian Sutansyah mengatakan, untuk pantauan banjir sudah mulai surut.
“Dari mulai Desa Cimoyan sampai Desa Ciawi sudah mulai surut debit airnya. Sehingga masyarakat sudah bisa beraktivitas kembali,” katanya.
Ketika ditanya adakah warga mengungsi karena banjir sudah hari kedua, Rian mengungkapkan, kalau untuk para pengungsi tidak ada.
Semuanya masyarakat punya tempat evakuasi mandiri.
“Jadi kalau orang sini bilangnya ranggon (loteng). Jadi ketika banjir naik, mereka tinggal di situ, tidak ada pengungsian umum,” katanya.
Ketika banjir merendam dalam ketinggian air masih aman, maka semuanya juga tinggal di rumahnya masing-masing.
Kalaupun ada rumah terdampak parah, maksudnya ketinggian air mencapai rumah, warga mengungsi ke rumah tetangga.
“Jadi ada tempat evakuasi mandiri. Mungkin mereka sudah terbiasa juga, sudah siap menghadapi bencana dan sudah terlatih juga, dan Patia masuk wilayah langganan banjir,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











