SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten yang akan digelar pada bulan November 2024 saat ini sudah mulai memanas. Beberapa nama bermunculan mendeklarasikan dirinya sebagai calon Gubernur Banten, salah satunya Airin Rachmi Diany dari Partai Golkar.
Lalu ada Ketua DPW NasDem Banten Wahidin Halim, Mantan Gubernur Banten Rano Karno dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Ketua DPW PKS Banten Gembong R Sumedi.
Golkar sebagai partai pengusung Airin pun saat ini tengah mulai menjalin komunikasi dengan partai lain di Banten guna mencari sosok Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Banten yang akan mendampingi Airin di Pilgub Banten nanti.
Sementara, terdapat beberapa nama mencuat yang berpotensi untuk maju sebagai bacawagub seperti Ketua DPD Gerindra Banten Andra Soni, Ketua DPD Demokrat Banten Iti Octavia Jayabaya, tokoh masyarakat Banten Embay Mulya Syarief, Pj Gubernur Banten Al Muktabar hingga mantan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah.
Pengamat Politik Banten, Ahmad Sururi menanggapi bahwa sosok pendamping Airin tidak perlu berlatar belakang politik. Namun juga bisa dari pengusaha maupun tokoh masyarakat.
“Pilihannya tidak hanya dari partai tertentu, tetapi juga bisa dari pengusaha atau tokoh masyarakat yang selama punya kontribusi bagi masyarakat,” ujar Sururi, Rabu 27 Maret 2024.
Sururi mengatakan, terkait siapa yang berpotensi bersama Airin di Pilgub Banten 2024, sudah seharusnya Partai Golkar bersikap open kolaborasi dan tidak membatasi pendamping Airin pada kriteria tertentu yang justru tidak menguntungkan Gokar.
Menurutnya, munculnya beberapa nama Cagub Banten 2024 seperti Dimyati di Pandeglang, Rano dan Wahidin di Tangerang akan membuat kostelasi Pilgub Banten 2024 semakin kompetetif.
“Magnit Airin cukup kuat dan terbukti suara elektoralnya nomor 1 di Banten, oleh sebab itu opsi pilihan pendampingnya harus terbuka. Jika Golkar yakin Airin memenangkan Pilgub Banten 2024, maka pilihannya pada sosok yang dapat mensupport Airin bagi kemajuan Banten ke depan,” ungkapnya.
Dikatakannya, Banten sendiri membutuhkan pemimpin atau Cagub visioner, inovatif dan punya sense of belonging (rasa memiliki terhadap Banten), jadi bukan hanya sekedar memenangkan Pilgub lalu stagnan dan tidak ada inovasi.
“Namun harus seorang yang punya rasa memiliki, dan bangga akan Banten. Sehingga ketika memimpin, bisa membawa banyak inovasi dalam memajukan Banten khususnya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di Banten,” pungkasnya.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Aditya











