PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang membagikan 957 koper kepada calon jemaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun 2024 ini.
Koper yang dibagikan tersebut sebagai salah satu kebutuhan perlengkapan proses ibadah haji di Tanah Suci Mekah.
Sebagaimana diketahui jadwal pemberangkatan jamaah haji berdiri dari 3 kloter. Yakni kloter pertama calon jamaah haji dijadwalkan berangkat pada 17 Mei 2024, diikuti oleh kloter kedua pada 3 Juni 2024, dan kloter ketiga pada 7 Juni 2024.
Kepala Kemenag, H Amin Hidayat melalui Kepala Seksi Penyelenggara Haji, dan Umrah Kemenag Pandeglang, H Mucholid mengatakan, koper merupakan salah satu fasilitas, dan hak yang diberikan oleh pemerintah kepada jemaah haji.
“Hasil pengecekan kami, kelengkapan koper, isinya lengkap dan aman. Jadi malam ini kami distribusikan kepada jemaah,” katanya, Kamis 9 Mei 2024.
Lanjutnya, Koper, tas hingga perlengkapan lainnya diperiksa secara teliti sebelum dibagikan kepada jemaah. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelengkapan dan dalam kondisi baik.
“Sebelum diserahkan kepada jemaah, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang dan tim Penyelenggaraan Haji dan Umrah Daerah (PHD) melakukan pengecekan kelengkapan koper, memastikan bahwa semuanya lengkap,” tuturnya.
Menurutnya, pengecekan dan penyerahan koper menjadi penting dalam persiapan keberangkatan para jemaah haji, sehingga menjadi perhatian khusus Kemenag dalam memberikan pelayanan prima kepada jemaah.
“Untuk melayani tamu-tamu Allah, kami siap memberikan pelayanan yang terbaik, dan maksimal kepada jemaah sampai malam, dan besok hari libur, kami tetap melayani jemaah,” ujarnya.
Pembagian koper ini dipercepat bertujuan untuk memudahkan jemaah haji mempersiapkan segala kebutuhan saat berada di tanah suci.
Kemenag Pandeglang juga mengimbau jemaah untuk mematuhi aturan barang bawaan yang bisa disimpan dalam koper. Seperti tidak membawa gunting, pisau dan benda tajam lainnya, termasuk korek dan benda lainnya yang dilarang penerbangan dan Kemenag RI. (*)
Editor: Agus Priwandono











