TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus gizi buruk pada anak atau stunting di Provinsi Banten mengalami kenaikan.
Menurut rilis Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, kasus stunting di Provinsi Banten secara keseluruhan di 8 Kabupaten/Kota mengalami kenaikan sebesar 24% dari yang sebelumnya 21%.
Di Kota Tangsel sendiri, kasus stunting juga mengalami kenaikan dari yang sebelumnya 9% saat ini menjadi 9,2%. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, banyak faktor yang mengakibatkan kenaikan kasus stunting di Kota Tangsel.
“Setiap daerah selain di ukur tinggi badan berdasarkan umur, juga dilihat 20 indikator, sesuai Perpres tentang stunting itu harus dipenuhi,” ujar Allin, di Ruang Blandongan, Pemkot Tangsel, Rabu 8 Mei 2024.
Allin mengatakan, saat ini upaya yang dilakukan Pemkot Tangsel dalam menurunkan kasus stunting dengan mengoptimalisasi dan mereview kembali upaya menangani stunting di Tangsel.
“Kita akan optimalisasi dan review kembali upaya kita selama ini. Kalau upaya melalui kolaborasi dengan semu pihak kami rasa sudah baik,” ungkapnya.
Allin menambahkan, Walikota Tangsel, Benyamin Davnie juga telah menginstruksikan pemaksimalan upaya kerja bersama semua steakholder terkait dan masyarakat luas.
Survei Kesehatan Indonesia tahun 2024 merilis kasus stunting di Provinsi Banten yang mengalami kenaikan, berikut rinciannya:
1. Pandgelang: 28,6%
2. Lebak: 35,5%
3. Tangerang: 26,4%
4. Serang: 23,9%
5. Kota Tangerang: 17,6%
6. Kota Cilegon: 22,0%
7. Kota Serang: 22,3%
8. Kota Tangerang Selatan: 9,2%. (*)
Editor: Agus Priwandono











