SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten memperkirakan potensi perputaran ekonomi hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah ini mencapai Rp621.773 miliar.
Hal itu diungkapkan Kepala Distan Banten Agus M Tauchid. Katanya, Idul Adha tahun ini akan lebih ‘asyik’ dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Yang mana terdapat peningkatan kebutuhan juga potensi perputaran ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan biasanya.
“Tahun ini lebih asyik karena di tahun ini tidak lagi ada LSD, PMK ataupun Antraks. Kita sudah pastikan hal itu,” kata Agus M Tauchid, Senin 3 Juni 2024.
Dikatakannya, kebutuhan hewan kurban sendiri mencapai 86.880 ekor dengan rincian 23.669 ekor sapi potong, 1.055 ekor kerbau, 30.430 ekor kambing, dan 31.726 ekor domba. Katanya, dari 86 ribu ekor itu Banten baru mempunyai ketersediaan sebanyak 40.505 ekor saja.
Jumlah ketersediaan hewan kurban itu terdiri dari 4.855 ekor sapi potong, 429 ekor kerbau, 20.790 ekor kambing, dan 14.431 ekor domba. Kadistan mengakui bahwa Banten masih membutuhkan sekiranya 46.375 ekor hewan kurban.
“Kalau berbicara pertumbuhan ekonomi itu paling besar disumbang oleh sapi potong yang mencapai Rp414.202 miliar, kerbau Rp21.097 miliar, kambing Rp91.291, dan domba Rp95.177 miliar,” ungkapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan itu, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Provinsi yang jadi daerah pemasok seperti Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Tentunya, pihaknya juga melakukan pengetatan dengan memeriksa kondisi kesehatan dari hewan kurban yang didatangkan dari luar provinsi.
“Nah berbicara kekurangan saya katakan, tentunya kami akan memfokuskan memenuhi kekurangan dari daerah lintas provinsi yang seperti misalnya kambing dan domba dari Jawa Barat dan Lampung. Kalau sapi potong dari Nusa Tenggara Barat (NTB) juga dari Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ucapnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Pertanian Provinsi Banten Ari Mardiana mengungkapkan, hampir 70 persen kebutuhan hewan kurban di Provinsi Banten memang masih didatangkan dari luar Banten, termasuk dari Lampung. Meski demikian pihaknya masih belum bisa memastikan jumlah pastinya. Jumlah pasti akan bisa diketahui setelah dua hari setelah Idul Adha.
Kebutuhan ternak di Banten menurut Ari belum bisa dipenuhi oleh produksi dari Banten sendiri karena masih sedikitnya masyarakat yang beternak hewan. Hal ini berbeda dengan wilayah Jawa lain. Atau saat ini juga sudah ada daerah lain yang mengembangkan ternak seperti NTT dan NTB.
“Hal ini juga tidak bisa dilepaskan dari minat para pemuda di Provinsi Banten akan peternakan. Pemuda Banten masih lebih berminat bekerja di pabrik atau perusahaan dibandingkan menjadi peternak dan petani. Inilah yang menyebabkan tidak banyak produksi hewan di Banten. Padahal, untuk wilayah Jawa sendiri lebih banyak peternak mandiri, bukan perusahaan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











