LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Peternakan dan Kesehatan (Disnakeswan) terus berupaya memeriksa ribuan hewan kurban agar terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK), antraks, serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Disnakeswan Lebak sejauh ini telah memeriksa 2.326 ekor hewan kurban yang terdiri dari sapi, kambing dan kerbau.
Rahmat Yuniar, Kepala Disnakeswan Lebak, menuturkan, dari serangkaian pengawasan dan pemeriksaan hingga saat ini, petugas belum menemukan hewan yang terindikasi mempunyai penyakit.
“Dari hasil pengawasan alhamdulillah di Kabupaten Lebak, tidak ada yang tertular atau berpenyakit ya. Sehingga hewan kurban yang ada di Kabupaten Lebak sehat semua,” ucapnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 7 Juni 2024.
Diungkapkan Rahmat, petugas Disnakeswan masih melakukan pemeriksaan, karena masih ada ribuan hewan yang tersebar di beberapa peternakan di Kabupaten Lebak.
“Ini angka ini masih belum final, karena masih menunggu laporan di lapangan. Karena kami masih melaksanakan pengawasan di lapangan di 28 kecamatan,” tuturnya.
Rahmat berharap dengan adanya pemeriksaan tersebut, semua hewan kurban aman dan sehat tidak ada yang terkena penyakit.
“Semoga hewan kurban semua yang akan disantap menjadi ASUH (Aman Sehat Utuh dan Halal), dan yang pada akhirnya DAKUMANTAP (Daging Kurban Aman Disantap),” tandasnya.
Sementara itu, Dendi, pemilik peternakan hewan, mengungkapkan, selama pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Disnakeswan, hewan kurban di tempatnya dalam kondisi aman.
“Alhamdulillah kondisi hewan kurban semuanya aman, tidak ada yang terkena penyakit PMK dan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini permintaan hewan kurban di tempatnya cukup tinggi terutama untuk sapi dan kambing yang sudah di pesan jauh-jauh hari.
“Kebanyakan disini hewan kurban pesanan, jadi Alhamdulillah semuanya selalu dirawat dan dijaga dengan baik,” ungkapnya.
Editor : Merwanda











