PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Pendidikan Alquranan (TPQ) di Kompleks Badak Permai, Desa Sukamanah, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, menggelar pertunjukan pentas seni dengan membawa tema ‘Sukses Menuju Masa Depan Gemilang’.
Para siswa dan siswi menampilkan beragam tarian Nusantara, termasuk tarian Saman adat Aceh, pertunjukan terkait keagamaan, serta tarian kebudayaan lainnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Wijaya Al-Majid, Yaya Suriadijaya SH., MSi., menyatakan bahwa acara ini merupakan kreasi pentas seni yang diikuti oleh siswa-siswi PAUD dan TPQ. Acara tersebut menampilkan beragam tarian Nusantara dengan tujuan agar para siswa dapat mengenal dan mencintai kesenian serta tarian tradisional Indonesia.
“Pendidikan Anak Usia Dini memang berada di naungan Dinas Pendidikan dengan pola masuk sekolah dari pagi, untuk anak usia nol sampai enam tahun. Sementara TPQ dilakukan siang hari untuk anak usia enam sampai delapan tahun, di bawah naungan Departemen Pendidikan Agama,” ungkapnya, Minggu, 9 Juni 2024.
Dikatakan bahwa saat ini Yayasan Al-Majid meluluskan 21 siswa-siswi, terdiri dari 10 siswa PAUD dan 11 siswa TPQ.
“Alhamdulillah, lembaga ini sudah meluluskan 16 angkatan untuk PAUD dan 15 angkatan untuk TPQ, yang saat ini sudah melanjutkan ke pendidikan lanjutan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa perjalanan panjang dalam dunia pendidikan ini merupakan bentuk perjuangan lembaga untuk mendukung pemerintah sesuai dengan undang-undang mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Untuk program P5 sendiri, sejak dulu kami sudah menyelenggarakannya. Salah satunya adalah memberikan pemahaman perilaku dan tata krama kepada anak-anak sejak dini, agar mereka memiliki jiwa yang berkarakter,” jelasnya.
Dengan bermunculannya teknologi seperti handphone untuk membuat anak diam, hal ini menjadi tantangan bagi guru. Mereka perlu mengimbanginya dengan kegiatan belajar sambil bermain agar anak-anak tetap aktif dan terstimulasi secara positif.
“Kami mengadakan kegiatan positif dari pagi hingga siang hari agar anak-anak tidak terbiasa dengan pemberian handphone oleh orang tua untuk membuat mereka diam,” ujarnya.
“Ini bisa membahayakan bagi generasi mendatang. Kecanduan handphone dapat menyebabkan perubahan perilaku pada anak. Kita harus mengantisipasi hal ini,” sambungnya.
Ia berharap agar anak-anak dapat menjadi generasi yang islami dan memiliki potensi besar bagi negara. Harapan ini sesuai dengan tema generasi Qurani, ‘Sukses Menuju Masa Depan Gemilang’. (*)
Editor: Agus Priwandono











