TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Sebanyak 64 siswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) wilayah Papua angkatan tahun ajaran 2021/2022 telah menempuh pendidikan selama tiga tahun di Provinsi Banten. Mereka sangat terkesan dan berterima kasih telah diterima dan diajarkan tanpa diskriminatif.
Salah satu siswa ADEM dari Papua yang selama ini bersekolah di SMAN 5 Kota Tangerang, Gabriela Joanne Iriani Ondi mengaku sangat bersyukur menjadi siswa ADEM yang ditempatkan di Provinsi Banten.
“Saya mendapatkan penempatan di SMAN 5 Kota Tangerang yang menurut saya sangat luar biasa sekali,” ujar Joanne saat pemulangan siswa ADEM wilayah Papua di salah satu hotel di Kota Tangerang, Minggu, 9 Juni 2024 malam.
Kata dia, sekolah-sekolah yang dipilih untuk ditempatkan siswa-siswi ADEM adalah sekolah terbaik. Misalnya saja SMAN 5 Kota Tangerang yang memiliki fasilitas internet yang membantunya belajar karena selama di Papua, ia tak pernah mendapatkan fasilitas tersebut.
“Di sekolah saya (SMAN 5 Kota Tangerang juga difasilitasi tablet untuk ujian online. Bagi siswa yang kurang mampu atau perangkatnya tidak mumpuni, maka sekolah saya fasilitasi. Maka saya bersyukur ditempatkan di SMAN 5 Kota Tangerang,” tutur siswa asal Nabire, Papua ini.
Selain itu, Joanne juga mengaku bersyukur ditempatkan di Provinsi Banten lantaran provinsi ini sudah sangat maju sekali. Sejak belajar di Banten, pikirannya menjadi terbuka. “Dan saya senang sekali berada di Banten, terutama Kota Tangerang karena banyak fasilitas yang membantu kami sebagai anak perantau,” ujarnya.
Selama menempuh pendidikan menengah tiga tahun, ia mengaku tak pernah mendapatkan diskriminasi. “Saya juga merasa, sebagai siswa ADEM saya ditempatkan di Banten dengan pengalaman dan hal-hal yang luar biasa,” terangnya.
Sebagai siswa ADEM yang akan pulang, ia mewakili puluhan siswa lainnya mengucapkan banyak terimakasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten serta para guru pembimbing. “Kami juga mohon maaf apabila selama belajar, kami membuat kesalahan,” ujar Joanne.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani bersyukur para siswa ADEM asal Papua ini dapat menyelesaikan pendidikan menengah di Banten. Ia berharap para lulusan ADEM SMA dan SMK di Banten ini dapat melanjutkan pendidikan sesuai dengan yang dicita-citakan.
Kata dia, Pemprov Banten maupun masyarakat Banten tidak membeda-bedakan siswa ADEM dengan siswa lainnya. “Karena kita memang saudara di dalam satu naungan Indonesia,” ujarnya. Tabrani juga berharap, para siswa ADEM dapat berkiprah membangun daerahnya maupun Indonesia di masa yang akan datang. (*)
Reporter: Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











