SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Kota Serang dinilai tidak layak disebut sebagai ibukota Provinsi Banten. Soalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang disebut tidak serius dalam melakukan penataan kota.
Peneliti Senior Populi Center, Usep Saepul Ahyar mengatakan, Kota Serang saat ini tidak layak disebut sebagai ibukota provinsi dengan beragam permasalahan yang ada, jika dibandingkan dengan ibukota di provinsi lainnya.
“Kota Serang itu paling tidak layak di antara kota-kota yang ada yang menjadi ibukota provinsi. Jadi lihatnya jangan sama Cilegon sama yang Tangerang sama yang lain, lihat dong sama Bandung bandingkan sama Surabaya sama Semarang, sama Jogja,” ujarnya, Rabu 10 Juli 2024.
Dia mengatakan, mulai dari permasalahan transportasi yang tidak baik, hingga berbagai permasalahan lainnya yang menjadi beban masalah serius di Kota Serang.
“Persoalan banjirnya, persoalan transportasinya ini. Kalau ke Serang begitu lihat transportasinya pasti orang males juga memakai kendaraan umum. Karena enggak jelas trayeknya, tarifnya enggak jelas berapa ini semuanya, parkirnya juga semrawut di mana-mana boleh parkir gitu loh,” katanya.
Dia juga mendesak, agar semua para calon kepala daerah saat ini harus memiliki visi misi untuk membenahi Kota Serang ke depan.
“Menurut saya harus diawali dengan kajian-kajian yang benar, memahami persoalan-persoalan yang ada di masyarakat baik internal ataupun eksternal,” katanya.
Dia menjelaskan, para calon kepala daerah juga seharusnya membuat sebuah sasaran kerja yang jelas untuk merumuskan solusi bagi permasalahan yang ada di Kota Serang.
“Kemudian ke depan misalnya tantangannya opportunity-nya gitu biar dia itu bisa membikin satu sasaran kerja yang jelas atau visi misi yang jelas. Mau di bawa ke mana Kota Serang dalam lima tahun ke depan minimal, atau 10 tahun kemudian,” tuturnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: AGung S Pambudi











