LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 sebanyak 965.910 warga Kabupaten Lebak telah mengikuti pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih).
Ketua KPU Lebak Dewi Hartini mengatakan, hingga hari ini coklit sudah di angka 90 persen dari Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) yakni 1.048.038 pemilih.
“Sampai hari ini progres kita sudah 90 persen atau 965.910 pemilih dari DP4 sudah dicoklit oleh teman-teman Pantarlih. Tersisa tinggal 8 persen, dan kita masih punya waktu 15 hari,” kata Dewi saat berada di kantornya, Rabu 10 Juli 2024.
Dewi menyebutkan proses coklit di Kabupaten Lebak sejauh ini berjalan lancar. Namun ia juga mengakui ada beberapa kendala yakni dengan kondisi Lebak yang luas terdiri dari pegunungan, perbukitan, dan aliran sungai ditambah cuaca dalam beberapa hari terakhir kurang baik.
“Yang cukup sering juga server e-Coklit ya, karena teman-teman memang harus menggunakan ini untuk upload data hasil coklit. Tetapi down-nya enggak lama di bawah 5 menit, dan kita paham ini kan dipakai se-Indonesia,” ungkap Dewi.
Ia menambahkan, bahwa coklit tidak selalu bisa dilakukan saat pagi atau siang hari. Karena aktivitas masyarakat yang berbeda-beda, maka petugas Pantarlih harus menyesuaikan dengan waktu masyarakat.
“Ritme masyarakat ya, ada yang bekerja karyawan atau ASN, atau ada yang bertani dan berkebun, sudah pasti pagi dan siang hari tidak ada sehingga coklit dilakukan sore atau malam hari,” tutur Dewi.
Lebih lanjut Dewi menjelaskan, coklit oleh Pantarlih untuk memastikan data berdasar dari DP4 yang diterima oleh KPU Lebak tidak ganda dan sinkron.
“Memastikan data tidak double, karena kan data selalu berubah ada yang datang dan keluar wilayah lalu ada penambahan dan pengurangan anggota di KK (kartu keluarga). Hasil coklit ini akan berkaitan dengan jumlah TPS, karena bisa saja setelah dianalisa data pemilih bertambah,” terang Dewi.
Sementara itu, Kordinator Divisi Data dan Informasi KPU Lebak Agus Sugama menjelaskan, hingga saat ini dari 28 kecamatan, baru 3 kecamatan yang progres coklitnya sudah mencapai 100 persen.
“Kecamatan Cimarga, Kecamatan Cilograng dan Kecamatan Bojongmanik sudah 100 persen. Sisanya 25 kecamatan di angka 80 dan 90 persen lebih,” ucapnya.
Ia meminta kepada petugas, jika menemui kendala-kendala yang ditemui dan tidak bisa diatasi untuk segara dikonsultasikan oleh Pantarlih secara berjenjang ke PPS, PPK dan ke KPU.
“Karena ini yang akan menjadi menghambat progres, ketika ada permasalahan di lapangan tetapi tidak segera dikonsultasikan. Saya harap teman-teman terus semangat dan jika ada masalah segera sampaikan,” tandasnya. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











