PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pandeglang mengadakan penyuluhan tentang bahaya narkoba, bullying, tawuran, dan gangguan Kamtibmas di kalangan pelajar.
Kegiatan penyuluhan ini berlangsung di SMPN 1 Majasari, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.
Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pandeglang, Bripka Teguh Prabowo, menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi remaja di kalangan pelajar. Menurutnya, pemahaman mendalam tentang bahaya narkoba, bullying, dan tawuran antar sekolah sangat diperlukan.
“Kami berusaha mendekatkan diri kepada siswa-siswi agar mereka merasa aman dan nyaman, baik saat belajar di sekolah maupun saat berangkat dari rumah. Kami ingin memastikan mereka terlindungi dari intimidasi, baik dari senior maupun dari siswa sekolah lain,” ungkapnya, Senin 12 Agustus 2024.
Bripka Teguh mengatakan, pihaknya berupaya mengetuk hati para siswa agar mau berbicara secara terbuka mengenai keluhan yang mereka alami di sekolah.
“Kami ingin mereka berani mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di sekolah, siapa yang membuat mereka merasa tidak aman, sehingga kami bisa membantu mengubah hal-hal negatif menjadi positif,” jelasnya.
Ia menekankan peran serta orangtua dalam mengawasi anak-anak mereka sangat penting, baik di dalam maupun di luar sekolah. Menurutnya, pengawasan yang baik dapat membantu mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Ia juga menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba harus lebih gencar diedukasikan kepada para pelajar, karena hal ini bisa merusak generasi muda.
“Saat ini, penggunaan obat-obatan seperti tramadol dan hexymer sudah mulai berkurang, namun sekarang mereka beralih ke obat-obatan yang lebih mudah didapatkan di apotek, seperti antimo, napasin, dan komik. Kami berupaya keras untuk mencegah hal tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Majasari, Arifudin mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kenakalan remaja yang terjadi di kalangan pelajar. Dari 718 siswa di sekolah tersebut, fenomena ini dianggap perlu segera dicegah dan dideteksi sejak dini.
“Kenakalan remaja seperti pemalakan dan tawuran harus kita cegah dari sekarang. Ini sudah sangat mengkhawatirkan,” kata Arifudin.
Arifudin menjelaskan, sekolahnya telah menerapkan program P5 yang mengangkat tema ‘Bangunlah Jiwa Raganya’ dengan fokus pada bahaya narkoba, bullying, kenakalan remaja, tertib berlalulintas, dan isu-isu lainnya.
“Kami melihat situasi ini sudah sangat mengkhawatirkan, terutama aksi tawuran yang melibatkan senjata tajam. Untuk mencegahnya, kami melakukan tindakan preventif,” tuturnya.
Arifudin juga meminta peran aktif orangtua dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama dengan membatasi jam bermain agar waktu belajar di rumah bisa lebih efektif, sehingga dampak negatif bisa diminimalisir.
Editor: Mastur Huda











