CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID–Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana melakukan pembelian dua unit kapal tugboat untuk mendukung operasional PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus peremajaan armada.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, membenarkan rencana tersebut. Ia menegaskan, seluruh proses pengadaan akan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
“Ya betul, makanya tadi kita berdampingan, tadi ada MoU dengan Kejaksaan. Kita inginkan semua transparan, semua sesuai koridor hukum yang berlaku,” ujar Robinsar usai kegiatan Riung Mungpulung Hari Jadi Kota Cilegon pada Senin 27 April 2026.
Menurutnya, Pemkot Cilegon menargetkan pengadaan dua unit kapal baru tersebut dapat direalisasikan pada tahun ini. Namun, terkait besaran anggaran, pihaknya masih dalam tahap awal pembahasan.
“Makanya kita belum tahu ini nantinya berapa, seperti apa, makanya kita koordinasi dengan Kejari,” katanya.
Selain itu, Pemkot juga menggandeng Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk memastikan standar teknis dan spesifikasi kapal, termasuk aspek harga dan kelayakan operasional.
“Juga dengan BKI untuk standarisasi dan spesifikasi, harga dan lainnya, itu tahap awal,” jelasnya.
Robinsar menambahkan, pengadaan tugboat ini diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan PAD.
Pasalnya, selama ini operasional masih bergantung pada kapal sewa yang bukan menjadi aset milik daerah.
“Kalau bicara mendongkrak PAD pasti. Sebenarnya itu kita mengganti kapal yang sewa-sewa kan tidak hak milik,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kondisi armada saat ini yang dinilai sudah tua, karena mayoritas merupakan produksi tahun 1990-an.
“Karena kapal yang ada sudah tua, tahun 90-an semua. Makanya dalam rangka peremajaan agar ke depan kapal ini bisa membackup operasional,” tambahnya.
Reporter : Adam
Editor: Agung S Pambudi











