PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang terus menggenjot produksi padi dengan memantau langsung Gerakan Tanam (Gertam) padi di Desa Sukalangu, Kecamatan Saketi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki akses air yang baik, untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Pandeglang.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Nuridawati, turun langsung ke lapangan bersama petani untuk memastikan proses tanam berjalan lancar.
“Lahan yang kami tanam kemarin di Desa Sukalangu, Kecamatan Saketi, seluas lima hektare,” ujar Nuridawati, Senin, 21 Oktober 2024.
Dia menjelaskan, secara keseluruhan, luas lahan yang sudah tercatat untuk ditanami di Kecamatan Saketi pada bulan Oktober 2024 mencapai 600-700 hektare. Dengan penanaman ini, waktu panen diperkirakan berlangsung pada Januari 2025.
“Kami sudah memasuki musim tanam ketiga (MT 3), khusus untuk sawah yang memiliki sumber air seperti sungai atau irigasi,” jelasnya.
Namun, dia menambahkan, sawah tadah hujan yang bergantung pada curah hujan masih belum ditanami padi. Lahan-lahan ini dimanfaatkan petani untuk menanam palawija seperti kacang hijau.
“Di daerah selatan, petani yang menanam kacang hijau mulai mengolah lahannya begitu panen selesai dan hujan mulai turun,” ujar Nuridawati.
Ia menyebutkan bahwa sawah tadah hujan yang mulai digarap berada di Kecamatan Sobang, Cikeusik, dan Angsana. Sementara itu, Kabupaten Pandeglang secara keseluruhan memiliki luas sawah 52.640 hektare yang tersebar di 35 kecamatan.
Dengan upaya pemantauan ini, diharapkan lahan yang belum optimal dapat dimanfaatkan sehingga target produksi pangan tahun depan dapat tercapai.
Editor : Merwanda











