SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 120 guru mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dari berbagai sekolah di Kabupaten Serang diberikan pembekalan untuk peningkatan kompetensi.
Pembekalan diberikan dalam bentuk workshop yang diselenggarakan secara hybrid.
Kegiatan terselenggara berkat kerja sama yang dijalin antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Asep Nugraha Jaya mengatakan, kegiatan peningkatan kompetensi bagi guru sangat penting dilaksanakan untuk memperbaiki kapasitas ataupun kualitas tenaga pendidik.
“Kondisi pembelajaran Matematika dan IPA itu menjadi sentra dari proses pembelajaran yang ada di sekolah menengah pertama. Sehingga ini perlu mendapatkan perhatian,” katanya, Sabtu, 16 November 2024.
Ia menilai, capaian literasi untuk mata pelajaran Matematika dan IPA perlu adanya peningkatan kapasitas sehingga bisa lebih baik lagi.
Untuk itu, kegiatan ini harapkan bisa menjembatani sasaran yang diharapkan.
“Akhir atau ending dari sasaran utamanya adalah kualitas hasil belajar siswa yang ini bisa ditunjukkan dari hasil asesmen nasional,” tegasnya.
Ia mengaku, kegiatan peningkatan kompetensi guru tersebut ditargetkan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Sepanjang memang ITB memiliki gelaran kegiatan ini, kita sinergikan dengan kebutuhan dan program yang ada di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Ia mengaku, tidak semua guru di kabupaten atau kota memiliki kesempatan bisa menimba ilmu langsung dengan tenaga pendidik dari ITB.
Untuk itu, ia meminta agar guru yang hadir hari ini bisa menyerap berbagai materi yang disampaikan. Sehingga, nantinya bisa terjadi transfer ilmu yang baik.
“Diharapkan guru yang hadir bisa menyampaikan ke teman-teman lainnya di musyawarah guru mata pelajaran,” tegasnya.
Kegiatan peningkatan kompetensi rencananya dilaksanakan selama dua hari, 16-17 November 2024.
“Dua hari sama besok, sama biasanya ada penugasan-penugasan,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











