PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Pencapaian Pajak Bumi, Bangunan, Pedesaan, dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pandeglang tahun 2024 ternyata masih sangat jauh dari harapan.
Berdasarkan data yang diperoleh RADARBANTEN.CO.ID, hingga saat ini, sektor PBB-P2 hanya berhasil mengumpulkan Rp 20,63 miliar atau sekitar 47,5 persen dari target Rp 43,48 miliar.
Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian Bapenda Pandeglang, Yunisa mengungkapkan bahwa pihaknya tengah fokus melakukan pemutakhiran data PBB-P2. Fokus utama pemutakhiran tersebut ada di sektor perumahan, tambak udang, dan peternakan ayam.
“Jadi ini yang jadi target dari Bapenda untuk melakukan penagihan data pajak PBB-P2,” ungkapnya, Jumat 29 November 2024.
Dikatakannya, bahwa pemutakhiran data di sektor perumahan sebenarnya sudah dimulai sejak 2023. Namun, progresnya masih terbatas di satu kecamatan, yakni Majasari, yang memang memiliki banyak perumahan baru.
“Pemutakhiran data ini masih terbatas karena kami fokus pada satu kecamatan dulu. Ke depan, kami akan meluas ke kecamatan lainnya,” ujarnya.
Yunisa mengaku rendahnya realisasi PBB disebabkan oleh kurang optimalnya kinerja tim pengawasan dan pengendalian pajak (Kasi PAD) di tingkat kecamatan.
“Kendalanya terletak pada keterbatasan personel. Ke depannya, kami berencana meningkatkan kinerja para petugas di masing-masing kecamatan,” jelasnya.
Tahun ini, target PBB-P2 Pandeglang ditetapkan lebih tinggi, yakni Rp 43,48 miliar, lebih besar dibandingkan target tahun 2023 yang hanya Rp 39 miliar. Peningkatan target ini sejalan dengan adanya penambahan objek pajak baru, termasuk beberapa perumahan baru di Kabupaten Pandeglang.
“Untuk mencapai target, kami terus melakukan pemutakhiran data PBB di sektor perumahan, tambak udang, dan peternakan ayam. Ini adalah fokus utama Bapenda untuk meningkatkan realisasi PBB tahun ini,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











