SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono melakukan kunjungan kerja ke lokasi pengembangan varietas padi unggul bernama Trisakti.
Varietas padi Trisakri dikembangkan oleh Pusat Penelitian Pengembangan dan Penerapan Bioteknologi (P4B), di Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.
Dalam kunjungan kerjanya di lokasi P4B, Mardiono mengapresiasi hasil penelitian yang sudah berhasil diciptakan oleh Prof Ali Zum Mashar dan timnya karena memiliki masa tanam dan hasil panen yang maksimal.
“Ini sudah teruji menghasilkan bibit padi yang bisa panen lebih cepat. umumnya bibit padi itu bisa dipanen selama 120 hari, tapi ini bisa cukup 75 hari. Kemudian bibit padi yang lain hanya menghasilkan antara 3-6 ton, ini bisa menghasilkan 8 hingga 10 ton,” katanya, Senin 23 Desember 2024.
Ia mengungkapkan, akan berupaya mengembangkan bibit varietas padi trisakti tersebut untuk mendukung program percepatan ketahanan pangan yang sedang dicanangkan oleh Pemerintah Presiden Prabowo.
“Ini sejalan dengan program prioritas pak Prabowo untuk peningkatan produktivitas pangan, kemandirian pangan dan swasembada pangan. Ini sangat baik dikembangkan manakala bisa menjamin kontinuitas kebutuhan para petani,” ujarnya.
Mardiono mengaku memiliki program untuk membentuk kelompok-kelompok tani yang hanya memiliki lahan yang sangat terbatas dibawah satu hektar. Pasalnya, jumlah petani yang memiliki keterbatasan lahan jumlahnya masih sangat banyak yakni mencapai 17 juta petani.
“Karena apabila menangani secara sendiri-sendiri tidak efektif karena membutuhkan mesin mekanik untuk mengolah tanah, makanya perlu dibentuk kelompok. Nantinya kita juga support bibit-bibit yang sudah diteliti Prof Ali, sehingga bisa meningkatkan produksi padi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, selain varietas padi ada juga varietas kedelai unggul yang dikembangkan di Cinangka. Menurutnya hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut penting untuk menunjang ketahanan pangan di Indonesia.
“Jadi tidak hanya kemandirian di sektor beras, tapi di sektor lain di Kedelai. Kita bangkit untuk mencapai kemandirian pangan,” ujarnya.
Editor: Aas Arbi











