RADARBANTEN.CO.ID – Kajian islamic Risalah Cinta kembali digelar oleh Jannah Planner, kali ini mengusung tema ‘Lekas Pulih’ di Graha Pena Ballroom Radar Banten pada Minggu, 12 Januari 2024.
Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia turut hadir dalam kajian ini, ia menilai event ini merupakan hal yang positif dan sarat manfaat bagi kesehatan mental anak muda di Kota Serang.
“Melalui kajian semacam ini, bisa memulihkan mental anak muda agar menjadi generasi yang mampu bangkit dan bisa menginspirasi,” kata Agis saat memberikan sambutan.
Agis berharap, anak muda dapat pulih dari masalah mental untuk bisa mengembangkan kreativitas dalam hal yang postif, seperti menjadi pengusaha muda, jadi pelaku UMKM, dan mengembangkan potensi diri lainnya untuk kemajuan Kota Serang.
“Kita wujudkan generasi muda yang produktif di berbagai bidang untuk kemajuan Kota Serang,” ujarnya.
Kajian risalah cinta dipandu oleh Ustad Mahruroji dan diikuti oleh ikhwan dan akhwat dari berbagai kota dan kabupaten khususnya yang ada di Banten.
Ustad Mahruroji dalam tausiyahnya mengungkapkan jika rasa sakit dan kecewa dalam tubuh, 80% diciptakan oleh diri sendiri.
“Yang menciptakan suatu kekecewaan biasanya diri sendiri, makanya penting menjaga kesehatan mental dan fikiran kita, karena disitulah 80% rasa sakit dalam tubuh kita, diciptakan dalam fikiran kita,” tuturnya.
Ustad Mahruroji juga menjelaskan itulah alasan mengapa Allah menurunkan Agama dan mengutus Nabi.
“Itulah mengapa Allah menurunkan Agamanya, mengutus Nabinya, untuk memandu kita agar lebih bahagia, jadi ngaji itu keren,” jelasnya.
Garry Dwiki Anggara, selaku ketua pelaksana kajian Risalah Cinta mengatakan alasan mengusung tema ‘Lekas Pulih’, karena melihat banyak generasi muda yang mengalami masalah kesehatan mental.
“Berawal dari kegundahan kita melihat generasi muda saat ini khususnya wilayah Serang dan sekitarnya banyak yang mengalami permasalahan kesehatan mental, akhirnya kita memilih tema Lekas Pulih,” tuturnya.
Garry juga berharap adanya event ini dapat membantu anak muda untuk mendapatkan solusi atas masalah apa yang sedang menimpanya.
“Saya harap dengan adanya event ini mereka dapat mendapatkan secercah harapan ataupun solusi permasalahan hidup mereka sehingga lekas kembali pulih,” lanjutnya.
Tak sedikit yang tidak mendapatkan tiket kajian ini, peminatnya sangat banyak, namun terdapat aturan jumlah kuota peserta.
Update peserta yang masuk sekitar 1.800 orang yang belum termasuk tamu undangan, jika diakumulasikan bisa mencapai 1.300 orang.
Dalam kajian ini juga terdapat sesi sharing time, terdapat beberapa beserta yang sharing akan masalahnya untuk mendapatkan solusi. Mulai dari masalah keluarga, ekonomi, pendidikan hingga percintaan.
Ria Afriani, salah satu peserta kajian mengungkapkan alasan ia hadir dalam kajian Risalah Cinta, karena tertuju pada generasi muda dan mengusung tema Lekas Pulih yang menurutnya relate dengan kehidupannya.
“Karena kajian ini lebih ke anak muda gitu, temanya juga Lekas Pulih berhubungan sama kesehatan mental yang menarik buat aku ikuti, ngerasa pembahasannya kayanya relate,” ucap Ria.
Editor: Bayu Mulyama











