LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indoneia (PMI) Lebak memprediksi, kebutuhan darah tahun 2025 ini sebanyak 20 ribu kantong darah.
Tahun 2024 lalu, kebutuhan darah untuk empat rumah sakit di Bumi Multatuli sebanyak 17.829 kantong darah
“Ya, setelah kita kalkulasikan tahun 2025 ini kebutuhan darah naik 10 persen dibanding tahun 2024. Kebutuhan darah diprediksikan mencapai 20 ribu kantong darah,” ujar Kepala UDD PMI Lebak, Firman Rahmatullah, Senin, 27 Januari 2025.
Untuk memenuhi kebutuhan darah sebanyak 20 ribu kantong tersebut, kata Firman, pihaknya akan terus menggali sumber-sumber potensi produksi darah mulai dari masyarakat Lebak, instansi pemerintah, swasta, dan jemput bola ke luar Kabupaten Lebak.
“Memang selama ini pemenuhan akan darah 70 persen berasal dari luar Lebak, yakni Tangerang, Bekasi, dan DKI Jakarta atau hanya 30 persen darah berasal dari daerah lokal,” katanya.
Menurutnya, mulai tahun 2014 lalu, Pemkab Lebak bersama Dindik Lebak, terus berupaya membantu persediaan stok darah melalui Program Donor Darah bagi Siswa (Doras), dan Donor Darah bagi Mahasiswa (Doram).
“Sebenarnya bila Progran Doras dan Doram sudah berjalan lancar dapat memenuhi 90 persen darah di Lebak. Sehingga, sisanya akan mudah didapat, dan kita tidak perlu lagi jemput bola sampai ke luar Lebak,” katanya.
Untuk menyiasati agar stok darah tetap terjaga, pihaknya menyarankan kepada pihak pasien dapat membawa kerabatnya untuk mendonorkan darah.
Donor darah kerabat pasien itu sebagai pengganti darah yang digunakan.
“Setidaknya dengan donor kerabat pasien itu, dapat membantu stok darah di Lebak tetap stabil. Sehingga kebutuhan pelayanan darah tetap terlayani dengan baik,” imbuhnya.
Editor: Agus Priwandono











