LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak masih kekurangan belasan armada truk sampah untuk mengangkut sampah masyarakat ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Deungung dan TPA Cihara.
Saat ini, DLH Lebak baru memiliki 15 unit armada truk sampah. Dari jumlah itu, 13 unit truk beroperasi di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya, serta dua unit truk di wilayah Lebak Selatan, yang satu unit truk dalam kondisi rusak. Sehingga, tak bisa beroperasi.
“Alhamdulillah, tahun ini rencananya ada pengadaan dua unit truk sampah. Tentunya akan sangat membantu mengangkut sampah masyarakat,” kata Kepala DLH Lebak, Iwan Sutikno, Senin, 27 Januari 2025.
Dia mengatakan, produksi sampah masyarakat wilayah perkotaan seperti Rangkasbitung, Cibadak, Warunggunung, Kalanganyar, Maja, Cipanas, dan Muncang setiap hari mencapai 100 ton yang diangkut ke TPA Deungung dengan 13 unit truk, karena dua unit beroperasi di wilah Lebak Selatan seperti Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cihara, Panggarangan, dan Bayah.
Sampah dari kawasan wisata dan pasar tradisional di Lebak Selatan dibuang ke tempah pembuangan sampah (TPA) Cihara.
“Armada yang ada kita optimalkan untuk mengangkut sampah masyarakat,” ujarnya.
Idealnya, kata dia, truk pengangkut sampah di tiap kecamatan tersedia di Lebak.
Satu kecamatan satu unit, sedangkan kecamatan di pusat kota ditambah satu atau dua unit.
Untuk itu, jika ingin ideal maka jumlah truk pengangkut sampah di Lebak harus lebih dari 30 unit. Kondisi tersebut tidak akan bisa direalisasikan sekaligus.
“Kan kita tahu APBD Lebak terbatas maka akan kita usulkan untuk pengadaan truk pengangkut sampah yang baru,” ungkapnya.
Dia meminta kepada tenaga kebersihan di DLH Lebak bekerja keras dalam menangani persoalan sampah di Lebak.
Tiap hari, pasukan kuning bekerja dengan cepat dan sigap dalam menangani sampah di wilayah perkotaan dan daerah lain di Lebak.
“Penanganan sampah tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan,” tandasnya.
Editor: Agus Priwandono











