SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan di Banten jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan.
Pada September 2024, komoditi makanan menyumbang sebesar 72,88 persen pada garis kemiskinan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, selama Maret 2024-September 2024, Garis Kemiskinan naik sebesar 2,02 persen, yaitu dari Rp654.213 per kapita per bulan pada Maret 2024 menjadi Rp667.403 per kapita per bulan pada September 2024.
Ada beberapa komoditi yang memberi pengaruh besar terhadap Garis Kemiskinan di Banten pada September 2024.
Yakni beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, roti, hingga mie instansi.
Kepala BPS Provinsi Banten Faizal Anwar mengatakan, komoditi yang memberi pengaruh Garis Kemiskinan di perkotaan dan pedesaan berbeda.
Di perkotaan, beras menyumbang Garis Kemiskinan tertinggi yakni sebesar 17,66 persen; rokok kretek filter 15,48 persen; telur ayam ras 4,15 persen; daging ayam ras 4,09 persen; dan mie instan 2,54 persen.
Sedangkan di pedesaan, Faizal mengungkapkan, beras mempengaruhi Garis Kemiskinan paling tinggi yaitu 24,48 persen.
Kemudian, rokok kretek filter 14,97 persen; daging ayam ras 3,34 persen; telur ayam ras 3,14 persen; dan roti 2,46 persen.
Selain komoditi makanan, ada beberapa komoditi non makanan yang juga memberikan pengaruh terhadap Garis Kemiskinan. Yakni perumahan, bensin, listrik, pendidikan, hingga perlengkapan mandi.
Reporter: Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











