LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Proyek reaktivasi jalur kereta Rangkasbitung-Labuan akan dimulai Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jakarta pada 2025 hingga 2026.
Diketahui dalam proses reaktivasi rel dan pembangunan jalur, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jakarta masih akan tetap mempertahankan jalur yang sama seperti pertama kali di bangun tahun 1908.
“Kalau secara trase (jalur), memang kami belum. Dan tidak memiliki rencana mengubah trase. Mungkin kalau terkait dengan halaman warga, kita masih bisa bernegosiasi,” kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta Ferdian Suryo Adhi Pramono, Jumat 31 Februari 2025.
Namun Ferdian tak menampik jika pada proses pembebasan lahan akan ada tahapan dan proses panjang.
“Tetapi kalau bicara ada sekolah dan ada masjid, ada salah satu orang berpengaruh di wilayah tersebut, nah ini sedikit butuh waktu dan proses, diskusi lebih panjang,” tuturnya.
“Sebisa mungkin kami akan sesuai dengan trase. Tetapi kalaupun kereta akhirnya tidak bisa, sesuai dengan trase, ya kami akan kaji ulang terkait dengan trase tersebut untuk di belokan sedikit untuk menghindari konflik lebih lanjut dengan masyarakat sekitar,” lanjutnya.
Ferdian menyebutkan, reaktivasi jalur kereta Rangkasbitung-Labuan dimulai kembali, karena ada harapan dari warga dan pemerintah daerah. Sehingga pihaknya berharap prosesnya berjalan lancar.
“Kalau dengan asumsi tersebut, maka harusnya masyarakat tidak menolak, apalagi itu jelas secara status masih aset perkeretaapian, karena dicatatkan di KAI,” tukasnya.
Editor: Mastur Huda











