TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID- Tiga organisasi perangkat daerah (OPD) terdiri dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Penukiman dan Pertanahan (DPRKPP) dan Dinas Perhubungan (Dishub), membahas peningkatan infrastruktur dan permukiman di Tangsel.
Kegiatan ini dikemas dalam diskusi bersama perwakilan masyarakat yang berlangsung di Hotel Soll Marina, Serpong, Kota Tangsel, Jumat 28 Februati 2025.
Kepala DPRKPP Tangsel, Aries Kurniawan menyampaikan, pihaknya di tahun ini akan fokus melaksanakan kegiatan kampung tematik, penataan kawasan kumuh, bedah rumah, bedah balai warga dan bedah gapura.
“Untuk tahun ini kurang lebih ada 370 rumah yang akan dibedah tersebar di 7 kecamatan,” ujar Aries.
Menurut Aries untuk bedah rumah akan ada beberapa tambahan desain dan luasan yang agak dipercantik. Anggaran tiap rumah juga ditambah menjadi Rp 4 juta sehingga tiap 1 rumah yang dibedah dianggarkan Rp 75 juta.
Sementara itu Kepala DSDABMBK Kota Tangsel Robby Cahyadi menyampaikan, di tahun ini pihaknya memulai pembebasan lahan untuk fly over Serpong, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten.
“Sisanya penanganan banjir, masih lanjutan-lanjutan seperti di Perumahan Villa Dago Tol, penyelesaian longsor Cipeucang dan lainnya,” ungkap Robby.
Robby mengatakan, untuk pembangunan fly over Serpong, konstruksinya dibangun Pemprov Banten, sementara penetapan lokasi dan pembiayaan jalannya dilaksanakan Pemkot Tangsel.
Menurut Robby, untuk penanganan banjir saat ini tinggal 8 titik lagi dari 48 titik banjir.
“Dari tahun 2021 ada 48 titik banjir, kemudian di 2025 ini ada 16 titik bajir lagi yang harus kita selesaikan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dishub Tangsel Ayep Jajat Sudrajat mengatakan, Dishub Tangsel di tahun ini akan membangun 1.400 titik penerangan jalan umum tersebar di 7 Kecamatan dan 54 kelurahan.
“Kemudian kami akan menambah bus sekolah satu lagi, rutenya lampu merah Gading Serpong ke Graha Raya karena banyak permohonan. Di rute ini satu bus kapasitasnya 25 penumpang, tapi diisii 50 orang,” ujarnya.
Ayep menyatakan, sehabis lebaran bus di rute tersebut sudah bisa beroperasi.
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan penanganan kemacetan dan pemberlakuan sistem satu arah di Universitas Terbuka, Pamulang.
Editor: Aas Arbi











