PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan warga Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang sudah secara turun-temurun menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Hal itu terjadi karena memang sebagai besar warga Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang merupakan anak dan cucu dari karyawan atau pegawai Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) kala itu, yang sekarang menjadi PT KAI.
Warga Kampung Pakalongan, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang Enjen Jaenudin mengaku belum mengetahui adanya rencana proyek reaktivasi dan pembayaran dana kerohiman.
“Waduh saya belum tahu, belum dapat kabar. Tapi ketika memang tanahnya mau digunakan ya saya ikhlas,” katanya.
Ketika disuruh pindah, Enjen menegaskan, ia akan pindah.
“Pindah karena memang ia hanya numpang. Dan tahu kalau tanah ini milik PJKA (PT KAI-red), dan kebetulan ayah saya dulu karyawannya jadi hapal dengan prosedur,” katanya.
Enjen mengungkapkan, sejarah dirinya beserta keluarga secara turun temurun menempati lahan PT KAI bermula dari orangtuanya sebagai pekerja PJKA.
“Yang saya tahu dari orang tua, karena bapak saya kan mantan pekerja PJKA, dikasih wewenang untuk mengisi tanah PJKA,” katanya.
Tanah PJKA boleh ditempati di luar Stasiun Pandeglang, Kelurahan Kadomas.
“Nah ini kan jauh tuh ada seratus meter dari stasiun. Nah ini rumah berjajar merupakan rumah mantan karyawan semua, bapak-bapaknya,” katanya
Status pekerjaan orangtuanya, ada yang dikantor, ada yang di stasiun, dan ada yang di jalur rel kereta.
“Nah saya sebagai anaknya, kalau misalkan mau ada pemugaran, mau ada reaktivasi ya silakan saja saya mah,” katanya.
Enjen menegaskan, ia ikhlas ketika disuruh pindah karena kalau dihitungn biaya sewa tidak akan terbayar.
“Misalkan sehari Rp2.000 saja dikalikan puluhan tahun ya sudah berapa. Tapi ini kan gratis tinggal menempati saja, makanya saya pribadi tidak akan banyak menuntut,” katanya.
Sedangkan ketika ditanya harapannya, Enjen berharap, sebelum direlokasi memang ada baiknya dibuatkan tempat hunian baru.
“Bisa berupa rusun atau apa. Agar keluarga bisa mendapatkan tempat hunian yang layak,” katanya.
Editor: Aas Arbi











