SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan ketersediaan bahan pokok berupa beras pada bulan puasa dan lebaran nanti terkendali. Bahkan, ketersediaannya mengalami surplus dibandingkan tingkat konsumsi masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Banten Agus M Tauchid mengatakan, produksi padi pada bulan Maret atau saat Ramadan 1446 Hijriah sekitar 293.000 ton GKG atau sebesar 185.273 ton.
Jumlah ini setara beras surplus sebesar 49.266 ton beras (26,59 persen) dari total kebutuhan konsumsi masyarakat Banten yang diperkirakan hanya 4.065 ton perhari atau setara 123.643 ton per bulan.
“Kita juga mengalami surplus pada lebaran di bulan April 2025 nanti sekitar 46.319 ton beras dari kebutuhan konsumsi per bulan,” ujar Agus Tauchid, Jum’at 28 Februari 2025.
Dengan ketersediaan yang jauh dari cukup ini, Agus menegakan jika masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kenaikan harga terhadap komoditas beras di pasaran. “Insyallah harga beras akan terus stabil selama Ramadan hingga Lebaran nanti dengan melihat ketersediaan yang sangat cukup ini,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah mengatakan, guna mengantisipasi adanya lonjakan harga bahan pokok di bulan puasa dan lebaran, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi dalam menjaga pasokan dan ketersediaan barang selama bulan suci itu.
“Dalam menghadapi bulan suci Ramadan ini sudah jelas beras dan sembako kita surplus. Namun ke depan akan banyak tantangan yang ada,” pungkas Dimyati.
Editor: Mastur Huda











