SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 40 anggota Polda Banten dikirim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Ashriyah, Kampung Cikobak, Desa Kencana Harapan, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Kamis 6 Maret 2025. Mereka dikirim ke ponpes karena melakukan pelanggaran disiplin.
Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, puluhan anggotanya tersebut dikirim untuk mengikuti program disiplin iman dan taqwa (dimtaq). Kegiatan tersebut mulai berlangsung sampai dengan 20 Maret 2025.
“Kegiatan ini untuk membentuk kembali karakter, disiplin, dan keimanan anggota Polri yang pernah melakukan pelanggaran,” ujarnya, Jumat 7 Maret 2025.
Kapolda menjelaskan, pengiriman anggotanya ke ponpes tersebut merupakan salah satu program internalnya. Program tersebut bertujuan untuk membentuk kembali karakter, disiplin, dan keimanan anggota Polri yang pernah melakukan pelanggaran, agar mampu kembali menjalankan tugas secara profesional, bermartabat dan berintegritas.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi salah satu program unggulan Commander Wish Kapolda Banten,” katanya didampingi Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Hariyanto.
Wakapolda Banten Brigjen Pol Hengki mengatakan, sebagai manusia dan aparat penegak hukum yang tak luput dari kesalahan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan internal.
“Melalui kegiatan ini, saya ingin menegaskan bahwa institusi Polri tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membina dan memulihkan anggotanya yang tersandung masalah. Hal yang terpenting adalah adanya niat dan upaya untuk memperbaiki diri,” ungkapnya.
Hengki mengatakan, pembinaan tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para personel yang pernah melakukan pelanggaran agar dapat kembali menjadi bagian dari institusi.
“Para peserta akan diberikan pembinaan mental, rohani, jasmani, psikologi dan pelatihan dasar kepolisian, sehingga dapat memahami tugas dan tanggung jawab sebagai anggota polri serta siap untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Hengki mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut terutama Pondok Pesantren Al-Ashriyah. “Lingkungan pesantren yang religius dan kondusif adalah tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, dan kebersamaan sehingga akan sangat mendukung proses pemulihan mental dan spiritual peserta,” ungkapnya.
Ia berharap, kepada puluhan personel yang terlibat agar bisa memanfaatkan kesempatan ini dan menjadikan sarana untuk memperbaiki diri sendiri. “Saya berharap rekan-rekan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan kegiatan pembinaan ini sebagai momentum untuk introspeksi diri. Ingatlah bahwa polri juga harus menjadi teladan moral bagi masyarakat,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak











