KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menanggapi isu PHK di beberapa pabrik, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono menjelaskan bahwa hal tersebut perlu diluruskan supaya tidak mengganggu iklim investasi.
Dia menerangkan, untuk PT Adis Dimension Footwear yang katanya telah melakukan PHK sebanyak 1.500 pekerja. Itu merupakan PHK tahun lalu, yang disebabkan pemesanan atau demand dari Buyer perusahaan Nike yang terus menurun.
Sehingga, kata Rudi, pekerjaannya menjadi berkurang namun kelebihan tenaga kerja.
“Maka perusahaan tersebut melakukan pengurangan tenaga kerja, dan untuk tahun ini belum ada PHK,” ucap Rudi, Rabu 12 Maret 2025.
Meski begitu, perusahaan tersebut mengalami kesulitan keuangan dan agar tidak melakukan PHK maka dilakukan pengaturan jam operasional.
“Iya, pada saat ini ekonomi perusahaan tidak baik, karena operasional tinggi kalau di Tangerang. Namun pihak perusahaan tetap berupaya bertahan dan tidak sepenuhnya melakukan relokasi ke daerah lain,” terang Rudi.
Selain itu, kata Rudi, PT Victory Ching Luh telah melakukan PHK pada Januari 2025 sebanyak 2.400 pekerja dan hal tersebut bisa bertambah jika kondisi Buyer terus menurun.
“Karena permasalahan untuk PT Victory Ching Luh ini sudah terjadi sejak tahun 2020. Dimana, Demand dari Buyer terus menurun, sedangkan beban operasional sangat tinggi,” jelasnya.
Dikatakan Rudi, selain kedua perusahaan tersebut, ada juga perusahaan yang melakukan relokasi ke Jawa Tengah karena imbas kenaikan UMK yang cukup tinggi di Kabupaten Tangerang.
Dimana, perbedaan pengupahan cukup signifikan di daerah Kabupaten Tangerang jika dibandingkan daerah lain seperti di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Terkait pelaporan PHK tersebut, alhamdulillah telah dilaporkan ke dinas sebelum terjadinya PHK. Sedangkan terkait hak-hak pekerjanya sudah diterima oleh pekerja sesuai ketentuan peraturan perundang-perundangan ketenagakerjaan,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











