LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Ikatan Non ASN Kabupaten Lebak Bahri Permana mengaku keberatan dengan rencana Forum Pegawai Non PNS Non Kategori Provinsi Banten (FPNPB-NK) yang meminta iuran kepada ribuan honorer di Lebak Rp100 ribu.
Diketahui FPNPB-NK mengeluarkan surat permohonan iuran kegiatan. Surat permohonan itu salah satunya ditujukan kepada Koordinator non-ASN kabupaten/kota, yang meminta iuran Rp 100 ribu
Bahri mengaku, melarang para honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemkab Lebak memberikan uang iuran itu. “Tidak ada koordinasi sebelum permohonan iuran sebesar Rp100 ribu per orang tersebut. Tiba-tiba ada surat permohonan dana dari forum Non PNS Banten dan bahkan saya tahunya dari orang lain,” kata Bahri kepada wartawan, Jumat 14 Maret 2025
Dalam surat itu, FPNPB-NK meminta iuran Rp100 ribu untuk dua kegiatan, yakni menyuarakan aspirasi ke gedung DPR RI, Kemenpan RB dan BKN serta kegiatan dialog interaktif bersama anggota Komisi 2 DPR RI pasca keluarnya keputusan penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK.
Bahri menyebut, rencana anggaran biaya atau RAB dari surat yang beredar bernilai fantastis, yakni Rp102 juta. Lebih lanjut, hal tersebut tidak sesuai dengan penghasilan para non ASN yang saat ini terdampak kebijakan efisiensi.
Dirinya mengaku khawatir terjadi penyelewengan dana iuran oleh oknum tertentu, mengingat saat ini mulai memasuki momen lebaran.
“Untuk ikut mendukung agenda Forum Pegawai Non PNS Non Kategori Provinsi Banten belum jadi prioritas, apalagi ada iuran-iuran yang rawan dengan konflik, penyelewengan uang, dan hal negatif lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua FPNPB-NK Banten Taufiq Hidayat membantah bahwa iuran itu ditujukan kepada semua honorer di kabupaten/kota di Banten. Namun, iuran hanya untuk honorer yang hendak berangkat dan mengikuti rangkaian kegiatan.
Termasuk di Kabupaten Lebak, Taufiq menyebut bahwa FPNPB-NK sudah berkoordinasi dengan ketua honorer tenaga kesehatan atau nakes di Lebak melalui rapat daring yang digelar sebelum surat permintaan iuran diedarkan.
“Uang iuran itu nanti kan untuk kebutuhan mereka (para honorer) juga selama kegiatan. Memang di Lebak saya sering koordinasinya dengan kawan-kawan honorer nakes. Kita juga soal anggarannya sangat terbuka, di situ kita sampaikan,” tandasnya.
Editor: Mastur Huda











