SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pasca banjir yang menerjang dua kecamatan, yakni Kecamatan Cinangka dan Kecamatan Padarincang beberapa waktu lalu objek wisata Kacida Cibuntu yang berada di Kecamatan Padarincang, Kecamatan Padarincang masih rusak berat.
Bahkan, masih banyak material banjir yang menumpuk di destinasi wisata Kacida Cibuntu. Kondisi ini membuat pengelola wisata tidak dapat membuka objek wisata Kacida Cibuntu saat momen libur idul fitri 1446 hijriyah.
Ketua Pokdarwis Macan Ketawa, Desa Padarincang, Acep Mahmudin mengatakan, saat ini kondisi objek wisata Kacida Cibuntu masih mengalami rusak berat pasca banjir yang melanda Kecamatan Padarincang beberapa waktu lalu.
Padahal sebelumnya, mereka menargetkan pada libur lebaran ini, objek wisata Kacida Cibuntu sudah bisa kembali beroperasi dan sudah selesai tahap normalisasi. Namun rencana tersebut belum bisa terealisasi karena alat berat yang belum bisa diterjunkan.
“Ternyata belum siap kang beroperasi saat libur lebaran, alat berat turunnya habis lebaran. Kondisinya memang rusak parah dan harus dibantu oleh alat berat,” katanya, Selasa 1 April 2025.
Ia mengaku, jika kondisi objek wisata Kacida Cibuntu saat ini masih mengalami rusak parah dan membutuhkan perbaikan melalui alat berat. Selain itu, pihaknya juga membutuhkan berbagai prasarana pendukung karena prasarana pendukung sebelumnya hanyut terbawa banjir.
“Banyak yang terbawa banjir seperti Gazebo dari BPR Serang, glamping yang dibangun tiga hari sebelumnya juga hanyut. Ada bantuan-bantuan dari Kemenparekraf hanyut dengan gudang-gudangnya seperti sepeda, alat rafting, pelampung, helm, ban tenda hanyut semua,” ujarnya.
Ia berharap, proses rehabilitasi objek wisata Kacida Cibuntu bisa segera dilakukan, sehingga nantinya bisa segera kembali beroperasi.
“Pertama, perataan dan penataan lahan pasca banjir. Kedua, pengadaan gerai UMKM, gazebo, perbaikan wastafel dan playing kids. Ketiga, evaluasi mingguan,” tegasnya.
Menurutnya apabila seluruh material dan alat-alat lengkap, maka proses perbaikan bisa dilakukan selama kurun waktu dua minggu. “Kalau ada alat, material dan dana, 2 minggu juga beres,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











