TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Pemilik akun youtube jurnalisindonesiadotcom, Nurkholis menyatakan akun youtubenya di-hack. Sehingga kata Nurkholis, bukan cuma publik, dirinya juga tak bisa lagi mengakses video tersebut.
“Kebetulan web saya di-hack ini, ada yang sabotase. Jadi gak bisa dilihat, youtube-nya juga gak bisa,” ujar Nurkholis dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu 12 April 2025.
Nurkholis berkilah ada yang meng-hack akun medianya dengan cara melaporkan ke google dan youtube terkait pemberitaan tersebut.
“Gak bisa diakses, itu kayak ada yang ngelaporin. Saya lagi ngoprek juga, saya lagi cek dulu youtubenya,” ujarnya saat dihubungi wartawan Radar Banten, Sabtu 12 April 2025.
Sebelumnya, akun @indonesiajurnalisdotcom mengunggah video di youtube yang berisi seorang bernama Ahmad Fauzi Chan alias Ican berorasi di depan khalayak. Isi orasinya diduga menyebarkan ujaran kebencian dan juga pencemaran nama baik Dirut Radar Banten, Mashudi.
Dalam video di youtube itu, Ican menyebut nama Mashudi dan Radar Banten dengan kata yang tak pantas. Bahkan, ada kata-kata rampok dan monopoli yang dilakukan Radar Banten.
“Mereka yang jelas rampok juga ternyata, seolah-olah mereka hebat gedung lima lantai (menyebut kantor Radar Banten-red), rampok juga kenyataannya,” kata Ican di video youtube itu.
Orasi Ican dalam video inilah yang memantik Mashudi lewat kuasa hukumnya Razid Chaniago melapor ke Polda Banten. Pelaporan video Ican ke Polda Banten itu berujung viral di sejumlah media -baik cetak dan online- sepanjang Kamis 10 April 2025 lalu.
Dan di hari yang sama juga, video youtube Ican sudah tidak dapat diputar. Bahkan, layar YouTube akun yang sebelumnya berjudul “PWI Cilegon Beberkan Siapa Radar Banten” itu berwarna hitam. Di layar tertulis “Video ini disetel untuk pribadi”.
Nurkholis yang membenarkan dirinya sebagai pengunggah video dugaan pencemaran nama baik Dirut Radar Banten, Mashudi itu mengaku menayangkan video sesuai dengan apa yang ia rekam. Dia memastikan isinya tidak ada yang ditambah maupun dikurangi.
“Kebetulan waktu itu kita memang di sana, kita tayangkan beritanya. Itu murni statement beliau (Ican-red). Saya kan hanya penulis dan apa adanya tidak saya tambah-tambahkan,” jelasnya.
Nurkholis mengatakan, saat merekam video tersebut ia juga telah mendapat izin dari Ican untuk menyebarkan video yang diduga mengandung unsur pencemaran nama baik tersebut.
“Ya kalau kita kan mengutip terkait komentarnya, apa yang saya tulis dengan statement dia. Karena di perkataan itu silakan gak apa apa biar dia (Dirut Radar Banten, Mashudi-red) dengar, ya artinya kita ya udah tulis apa adanya, kita gak mau nutupin, kecuali kita ubah-ubah, salah saya,” ujarnya.
Nurkholis menambahkan, dirinya juga siap jika ke depannya kepolisian memanggilnya untuk mengklarifikasi video tersebut. “Insya Allah, Insya Allah saya hadir kalau ada waktu. Saya nggak janji,” jelasnya.
Nurkhokis mengatakan, dirinya siap dilaporkan ke polisi. “Silakan saja dilaporkan, kan media saya di-hack. Kalau merasa dirugikan, silakan. Masak kita menghalang-halangi,” ujarnya.
Menurut Nurkholis, dirinya tak menyangka video yang diuploadnya bakal viral dan melebar jauh hingga berimplikasi hukum. “Kita gak tau dampaknya sampai sejauh ini,” ujarnya.
Namun, pernyataan Nurkholis itu berbeda saat dikonfirmasi wartawan inforadar.id (Radar Banten Grup), Sabtu 12 April 2025 sekira pukul 10.14 WIB. Nurkholis tidak mau berkomentar terhadap ‘lenyapnya’ video youtube Ican.
Awalnya, Nurkholis terkesan seperti siap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikonfirmasi wartawan inforadar.id via whatsapp. “WA (pertanyaan-red) aja saya lagi ada tamu,” tulis Nurkholis saat membalas pesan di whatsapp.
Namun, hanya selang satu menit, Nurkholis kembali mengirimkan pesan. Isinya begini, “menurut hemat saya, sudahlah jangan diperbesar. Sama2 media yang juga sama2 PWI., repot nantinya kalau saling lapor” yang diakhiri emoji tersenyum dan ucapan terima kasih.
Saat mengkonfirmasi Nurkholis, wartawan inforadar.id mengajukan lima pertanyaan. Di antaranya;
- Apakah anda pemegang/pemilik akun youtube indonesiajuranalisdotcom?
- Kamis lalu, video youtube dengan judul “Ketua PWI Cilegon Buka-bukaan Siapa Radar Banten” oleh akun indonesiajurnalisdotcom “diprivasi”. Benarkah?
- Apa alasan hal itu (privasi-red) dilakukan?
- Pengacara Dirut Radar Banten, Razid Chaniago SH menduga bahwa video tsb tak bisa diakses untuk menghilangkan bukti. Apa tanggapan Anda?
- Oh ya, di web Indonesia jurnalis, jabatan anda sebagai apa?
Lima butir pertanyaan tersebut tak ada satu pun yang dijawab Nurkholis. Dia malah menjawab agar wartawan inforadar.id dipersilakan langsung menghubungi Ahmad Fauzi Chan alias Ican.
Saat ditegaskan kembali, apakah bersedia menanggapi lima pertanyaan tersebut, Nurkholis merespon dengan jawaban emoji dua telapak tangan menyatu yang artinya “terima kasih”.
Salah seorang pegiat media sosial (medsos) Banten, Ajat Nuryadin yang dihubungi Minggu 13 April 2025 mengungkapkan, video youtube Ican tersebut sebelumnya diprivasi sehingga tidak dapat ditonton publik.
Berdasarkan penelusurannya, saat ini video Ican yang berdurasi lebih dari empat menit itu ternyata sudah dihapus alias bukan lagi diprivasi. Hal tersebut terlihat dari tampilan YouTube-nya. “Videonya berdasarkan tampilan dihapus oleh uploader atau orang yang mengupload,” tuturnya.
Terkait dugaan ulah hacker seperti disampaikan Nurkholis, Ajat mengaku belum sepenuhnya yakin. Sebab, ia menduga video itu sengaja dihapus. “Kalau memang di-hack, kok cuma satu video saja? Sementara video lainnya masih bisa diakses. Jadi kemungkinan besarnya memang sengaja dihapus,” kata pria asal Kota Tangerang ini.
Sementara itu, Polda Banten berencana memeriksa Ican, hari ini Senin 14 April 2025. Ican berstatus sebagai terlapor dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Dirut Radar Banten Grup Mashudi.
Pemanggilan itu merupakan yang kedua kali, setelah sebelumnya Ican mangkir dari panggilan Polda Banten. “Diagendakan terlapor (Ican-red) akan dimintai keterangan pada Senin 14 April 2025 mendatang,” kata Kompol Ikrar Potawari, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten, Kamis 10 April 2025 lalu.
Sebelumnya juga, Ican yang dikonfirmasi Radar Banten enggan menanggapi terkait laporan tersebut. Dia enggan mengklarifikasi terkait laporan dugaan pencemaran nama baik tersebut. “Saya enggak ada komentar,” ujarnya dihubungi melalui panggilan WhatsApp, belum lama ini. (ful/fahmi/asp)











