LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Sejumlah toko emas di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak diserbu warga. Fenomena ini terjadi menyusul kenaikan harga emas yang terus melambung dalam beberapa pekan terakhir, membuat banyak warga berbondong-bondong membeli maupun menjual emas.
Diketahui, harga emas Antam mencapai Rp 1.900.000 per gram sementara perhiasan di pasaran harganya Rp 1.690.000 per gram. Pantauan di salah satu toko emas di kawasan Rangkasbitung, antrean panjang terlihat mengular sejak pukul 08.00 WIB.
Sebagian besar warga datang untuk menjual perhiasan emas yang mereka miliki, memanfaatkan momen harga jual yang tinggi. Namun, tidak sedikit juga yang justru membeli emas sebagai bentuk investasi jangka panjang.
“Saya sengaja datang pagi-pagi, mau jual gelang dan cincin. Harga emas lagi tinggi banget, sayang kalau dilewatkan,” ujar Siti Rohmah, warga Cibadak yang ikut mengantre sejak pagi, Senin 14 April 2025.
Ia mengatakan, bahwa harga emas semakin hari semakin melonjak tajam, sehingga tak menyurutkan niat dirinya untuk menjual perhiasan emas tersebut.
“Saya beli lagi emas lagi beberapa. Lumayan setiap hari harga emas semakin naik aja nih, tapi mau gimana lagi saya sebagai perempuan ya suka ajah gitu,”ujarnya.
Sementara menurut Randi Jayadi, pemilik toko emas di Pasar Rangkasbitung mengatakan, kenaikan harga emas ini sudah terjadi sejak sebelum libur Lebaran.
“Harga emasnya naiknya saat ini lumayan banyak pak, bahkan dari seminggu sebelum Lebaran harga emas sudah naik ya, kalau tahun lalu sih harganya satu jutaan lebih sedikit ya, tapi kalau sekarang sudah satu juta enam ratusan kalau untuk perhiasan,”kata Randi Jayadi, saat ditemui di toko emas miliknya.
Menurutnya, bahwa tren pembelian emas tidak hanya untuk koleksi atau investasi saja, tetapi ada juga warga yang menjual emas mereka lantaran terdesak dengan kebutuhan ekonomi keluarga.
“Sebagian campur sih dari masyarakat, ada juga yang ketakutan harganya makin naik, tapi ada juga yang menjual karena kebutuhan ekonomi karena momennya juga pas mau masuk kuliah sama masuk anak sekolah,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











