SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Partisipasi pemilih dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) atau Pilkada Ulang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Serang di Kabupaten Serang terancam sepi.
Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Politik Syaiful Bahri saat dihubungi Radar Banten pada Senin, 14 April 2025.
Menurutnya, tren pelaksanaan PSU di berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan penurunan partisipasi pemilih. “Tren PSU di 90 persen wilayah yang melaksanakan PSU partisipasinya menurun. Di semua daerah, partisipasinya lebih rendah dibandingkan Pilkada,” katanya.
Syaiful menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan partisipasi pemilih di PSU menurun. Salah satunya adalah kesulitan bagi para pekerja yang bekerja di luar Kabupaten Serang untuk menyalurkan hak pilihnya.
“Karyawan di luar Kabupaten Serang kan tidak libur dan tidak dihimbau untuk menyalurkan hak pilihnya. Misalnya, yang bekerja di Cilegon kan tidak ada Pilkada, ini jadi potensi bagi mereka yang bekerja di hari Sabtu pagi, mereka akan memilih untuk bekerja,” ujarnya.
Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan turunnya partisipasi, yaitu kejenuhan pemilih yang merasa sudah menyalurkan hak pilihnya.
“Masyarakat jenuh, atau malas, karena mereka merasa sudah menyalurkan hak pilihnya. Mereka menganggap adanya PSU bukan salah mereka,” ujarnya.
Ada pula faktor rendahnya kesadaran pemilih karena minimnya stimulus, terutama bagi mereka yang pragmatis.
Syaiful juga menyoroti kurangnya totalitas tim pemenangan dalam menyosialisasikan calon mereka. “Misalnya, pada pelaksanaan Pilkada sebelumnya, semua tim gencar. Namun, sekarang ini tidak ada gerakan. Ini berpotensi bukan hanya menurunkan partisipasi, tetapi juga menurunkan perolehan suara,” tegasnya.
Ia pun mengimbau agar penyelenggara, khususnya KPU Kabupaten Serang, lebih masif dalam mensosialisasikan jadwal PSU agar masyarakat tahu dan mau datang ke TPS.
“Penyelenggara memiliki struktur hingga ke TPS, untuk itu mereka harus masif dalam mensosialisasikan PSU ke masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Merwanda











