SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fahrul Abdillah, warga Sajira, Kabupaten Pandeglang tewas setelah dianiaya di dekat Kantor Cabang BJB Khusus Banten, Kelurahan Cipare Kota Serang. Korban tewas setelah mengalami luka serius pada bagian kepala.
Informasi yang diperoleh, sebelum tewas, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih Serang pada Senin malam, 16 April 2025. Namun karena alasan biaya, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Banten.
Saat mendapat penanganan di RSUD Banten, kondisi korban tak kunjung membaik. Ia kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dan di makamkan di rumah duka di daerah Sajira, pada Jumat 18 April 2025. “Almarhum sudah dimakamkan,” ujar salah satu kerabat korban yang enggan disebut namanya.
Ia mengatakan, saat malam kejadian, korban bersama rekannya tengah berada di sekitar Kantor BJB. Di sana korban bersama rekan-rekannya.
Namun saat sedang asyik berkumpul, datang kendaraan rekan korban yang menggunakan Honda Jazz. Dari belakang kendaraan Honda Jazz terlihat kendaraan lain, Toyota Agya.
Saat pengendara Honda Jazz turun langsung diikuti oleh penumpang Agya kurang lebih empat orang. Dari situlah terjadi keributan.
Pengendara Jazz kabur setelah penyerangan terhadap penumpang Agya. “Korban bersama rekan-rekannya ini karena melihat itu langsung refleks berdiri dan berusaha melerai keributan,” katanya.
Ia mengungkapkan, usai keributan itu datang teman pelaku menggunakan motor dengan plat dinas. Pada saat yang sama, penumpang yang diduga oknum tersebut langsung menyerang korban dengan membabi buta.
Beberapa rekan korban yang berusaha mengehentikan tindakan pelaku. Namun mereka mendapat ancaman senjata api (senpi).
Setelah peristiwa itu korban langsung dilarikan ke RS Sari Asih untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun karena kondisi parah dan pembuluh darah korban pecah, korban harus mendapatkan penanganan operasi.
Pihak keluarga korban yang tidak sanggup membayar biaya perawatan senilai Rp100 juta akhirnya memilih untuk dirujuk ke RSUD Banten.
“Jam 5 pagi saya ditelpon rekan korban. Saat itu korban sudah ada di RS Sari Asih, Serang. Saya ke sana ternyata korban sudah tidak sadarkan diri (koma-red),” katanya.
Kasatreskrim Polresta Serang Kota, Kompol Salahuddin mengatakan pihak sedang menggali informasi terkait kasus tersebut. “Sedang dicari tahu informasinya,” ujarnya.
Sementara itu berdasarkan informasi yang diperoleh, kasus pengeroyokan ini dikabarkan telah dilaporkan ke Detasemen Polisi Militer III/4 di Serang pada 17 April 2025. Dalam laporan tersebut terlapor berinisial Pratu M.
Editor: Abdul Rozak











