SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Muhammad Syafi’i, memberikan apresiasi penuh terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXII Tingkat Provinsi Banten yang digelar di Lapangan Utama Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang pada Sabtu malam, 26 April 2025.
Pada acara pembukaan, Wamenag terharu mendengar cerita tentang Arya Wangsakara, ulama dan pahlawan asal Sumedang, Jawa Barat, yang berjasa besar dalam membangun dan mendirikan Kota Tangerang pada abad ke-17. Menurut Wamenag, perjuangan Arya Wangsakara dalam menyebarkan agama Islam di Banten sangat menginspirasi.
“Saya baru menyaksikan dengan langsung betapa luar biasanya Putra Banten. Dia tidak hanya menjadi pengawal agama Islam, tetapi juga menjadi benteng yang kokoh bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Wamenag.
Selain itu, Wamenag juga memuji semangat luar biasa yang ditunjukkan para peserta MTQ dari berbagai kabupaten/kota di Banten. Menurutnya, semangat mereka tidak hanya soal kemenangan, tetapi juga bukti nyata kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.
“Pelaksanaan MTQ setiap tahun, dari tingkat yang paling kecil hingga nasional, menunjukkan bahwa umat Islam selalu menjaga kesucian dan keutuhan Al-Qur’an,” tambahnya.
MTQ XXII Banten juga menjadi ajang untuk memilih kafilah yang akan mewakili Banten di MTQ Tingkat Nasional. “Semoga kafilah yang terpilih bisa membawa nama baik Provinsi Banten dan mengharumkan di tingkat nasional,” harap Wamenag.
Gubernur Banten, Andra Soni, juga menegaskan bahwa MTQ adalah sarana untuk memperkuat pemahaman Al-Qur’an di tengah masyarakat. Mengutip sahabat Umar bin Khattab, Andra mengatakan, “Tak ada satu pun ayat yang sahabat pelajari dari Rasulullah kecuali yang telah mereka praktikkan.”
Melalui MTQ XXII Banten, Andra Soni berharap semua lapisan masyarakat bisa lebih mendalami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga para kafilah yang mengikuti MTQ ini bisa semakin meningkatkan pengetahuan dan pengamalan isi kandungan Al-Qur’an,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











