SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pihak pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Ciceri tidak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pertamina. SPBU yang terletak di Jalan Jenderal Soedirman, Kota Serang, itu membeli BBM dari kencingan truk di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.
“Bukan dari Pertamina, belinya kencingan dari Cikande,” kata Direktur Reskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Yudhis Wibisana, Selasa siang, 29 April 2025.
Karena pembelian yang diduga tak sesuai standar tersebut, maka kualitas BBM di SPBU Ciceri bermasalah.
Kondisi tersebut diperkuat dengan adanya hasil dari pemeriksaan laboratorium Pertamina di Plumpang, Jakarta Utara.
“Kalau beli dari Pertamina kan ada kualitasnya, kalau kencingan bisa saja tangki yang membawa BBM itu sudah berkarat,” kata alumnus Akpol 1999 ini.
Yudhis mengatakan, dari penjualan BBM kencingan truk tersebut, dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Yakni, Nadir Sudrajat dan Aswan alias Emon.
Oleh penyidik, manajer dan pengawas SPBU Ciceri itu telah dilakukan penahanan.
“NS (Nadir Sudrajat) dan AS (Aswan alias Emon) sudah ditahan sekitar seminggu yang lalu,” kata mantan Kapolres Cilegon ini.
Ditanya soal berapa lama pihak SPBU Ciceri menjual BBM dari kencingan truk tersebut, Yudhis tidak menjelaskan.
Rencananya, perkara tersebut akan dilaksanakan konferensi pers pada hari ini, 30 April 2025.
“Besok (hari ini) mau diekspose,” kata mantan Direktur Reskrimum Polda Banten ini.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Hariyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut. Namun, perwira menengah Polri ini belum mendapat informasi terbaru terkait pihak-pihak yang telah dimintai klarifikasi.
“Untuk pemeriksaan awal informasinya sudah dilakukan,” ujar mantan Kapolres Pacitan ini.
Penyelidikan kasus ini dilakukan setelah ramai di media sosial (medsos) terkait BBM jenis Pertamax pada Minggu, 23 Maret 2025.
Pengendara motor yang mengisi BBM di SPBU Ciceri mencurigai Pertamax yang dibelinya oplosan. Sebab, Pertamax yang dibeli berwarna hitam pekat.
Sedangkan, Pertamax yang dibeli pengendara motor tersebut di SPBU lain tidak berwarna hitam pekat.
“Sesuai dengan keluhan (ada perbedaan warna mencolok),” kata perekam video.
Radar Banten telah mengunjungi SPBU Ciceri. Layanan SPBU tersebut telah ditutup.
Di depan SPBU tersebut juga telah dipasang spanduk Pertamina Patra Niaga. Isi tulisan spanduk tersebut “SPBU INI SEDANG DALAM PEMBINAAN UNTUK PELAYANAN LEBIH BAIK”.
Menurut warga sekitar, aktivitas layanan SPBU tersebut telah berhenti sejak Senin, 24 Maret 2025.
Editor: Agus Priwandono











