SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Harga emas batangan Antam kembali mengalami penurunan signifikan pada awal Mei 2025. Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di angka Rp 2.016.000 per gram pada April 2025, kini harga emas Antam perlahan melemah.
Pada 12 Mei 2025, harga emas turun sebesar Rp 23.000 per gram, menjadikan harga jual emas 1 gram berada di angka Rp 1.905.000. Angka ini turun dari harga sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 1.928.000.
Selain itu, harga buyback emas Antam juga ikut turun ke posisi Rp 1.754.000 per gram, mengikuti tren penurunan yang biasa terjadi saat libur nasional—yang memengaruhi volume transaksi di pasar.
Grafik Pergerakan Harga Emas Antam (6–12 Mei 2025)
Tren penurunan harga emas Antam selama sepekan:
6 Mei 2025: Rp 1.928.000
12 Mei 2025: Rp 1.905.000
Penurunan ini membuka peluang bagi investor dan masyarakat umum untuk membeli emas saat harga sedang rendah.
Saat yang Tepat untuk Beli Emas Antam?
Emas Antam dikenal sebagai instrumen investasi aman yang dapat melindungi nilai kekayaan dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi global. Membeli emas ketika harga turun, seperti saat ini, bisa menjadi langkah strategis, terutama untuk investasi jangka panjang.
Tips Cerdas Membeli Emas Antam
1. Pantau Harga di Situs Resmi
Cek harga emas terkini langsung di situs resmi logammulia.com agar mendapatkan data yang akurat dan up-to-date.
2. Pilih Ukuran Sesuai Strategi Investasi
Tersedia berbagai pecahan mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Pilih sesuai anggaran dan target investasi Anda.
3. Lakukan Pembelian Berkala
Gunakan strategi dollar-cost averaging, yaitu membeli secara rutin untuk menyebar risiko fluktuasi harga emas.
4. Perhatikan Biaya dan Pajak
Pembelian emas dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% (dengan NPWP) atau 0,9% (tanpa NPWP). Pastikan Anda memahami perhitungannya.
Penurunan harga emas Antam saat ini bisa menjadi peluang ideal bagi investor pemula maupun berpengalaman. Dengan strategi pembelian yang tepat dan informasi harga yang akurat, Anda bisa memaksimalkan potensi keuntungan dari investasi logam mulia.
Editor : Merwanda











