SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membeli satu ekor sapi dari peternak dari Desa Cirangkong, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang yang akan digunakan untuk kurban di Kabupaten Serang.
Sapi tersebut terpilih karena memiliki bobot lebih dari 800 kilogram. Sapi milik peternak asal Kecamatan Petir tersebut berhasil menyisihkan nominasi dari dua peternakan lainnya yakni dari Kecamatan Mancak seberat 720 kilogram dan dari Kecamatan Kramatwatu seberat 780 kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, sapi seberat lebih dari 800 kilogram tersebut dibeli oleh pemerintah pusat dengan harga yang cukup fantastis yakni sekitar Rp100 juta.
“Yang bayar kan langsung dari Kementerian. Nanti tim akan datang-datang dan melakukan negosiasi penawaran harga. Yang nego pun teman-teman dari pusat. Kami menerima produk nya saja. Untuk Maksimal itu Rp100 juta,” katanya, Minggu 25 Mei 2025.
Sapi tersebut dipilih lantaran memiliki bobot yang paling berat dan paling besar. Sapi milik peternak Petir itu berjenis limosin dan akan menjadi hewan qurban presiden Prabowo di Kabupaten Serang.
“Kemudian tempat kurbannya nanti dibawa ke Kramatwatu. Nah, nanti kebijakan dari Bupati yang baru mau mau memotong di mana yang penting kita fleksibel, akan diserahkan di Kramatwatu. Mudah-mudahan pelaksanaan shalat id nanti dilaksanakan di tempat kurban itu nanti,” ujarnya.
Ia mengatakan, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar sapi tersebut dibeli oleh Presiden Prabowo. Sapi tentunya harus memiliki bobot yang berat dan sudah dipelihara oleh peternak lokal sekurang-kurangnya minimal dua tahun.
“Sudah lebih dari 2 tahun dipelihara peternak. Memang kita kesulitan untuk menyediakan sapi yang bobotnya berat. Nah ini baru pertama kali, mudah-mudahan ini ke depan bisa berlanjut dan menjadi motivasi bagi peternak-peternak di daerah untuk terus meningkatkan kualitasnya,” ujarnya.
Suharjo mengaku, ada sejumlah sentra peternakan sapi di Kabupaten Serang. Namun masih sedikit diantara mereka yang memelihara sapi hingga bobot yang sangat berat atau mencapai 800 kilogram.
“Sentra banyak, menyebar di kecamatan Keramatwatu, Waringinkurung, Mancak, kemudian di Cinangka, Petir dan Kecamatan Lainnya itu sentra peternakan kita situ. Memang masih banyak yang memelihara kerbau,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











