PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, angkat bicara soal tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) di wilayah Kabupaten Pandeglang.
Pasalnya, tercatat ribuan anak diketahui memilih berhenti melanjutkan pendidikan usai lulus dari Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Nah, ribuan anak yang tidak sekolah (ATS) atau anak putus sekolah ini, yang pertama adalah bagian dari PR kita semua, termasuk orang tua atau wali muridnya sendiri,” kata Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, Rabu 28 Mei 2025.
Menurut Iing, permasalahan ATS ini harus ditelusuri lebih dalam untuk mengetahui penyebab pastinya. Bisa jadi, anak memang tidak ingin sekolah, memilih mondok di pesantren, atau menghadapi kendala lain seperti faktor ekonomi.
“Jadi perlu dideteksi terlebih dahulu, apakah anak tersebut memang tidak mau sekolah, atau mau mondok, atau memang karena kekurangan hal-hal lain,” jelasnya.
Kedepan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang akan segera menginventarisasi data anak tidak sekolah (ATS) sebagai langkah menekan angka putus sekolah di daerah tersebut.
Iing menegaskan, pemerintah daerah akan terus mencari solusi agar angka anak tidak sekolah di Pandeglang bisa ditekan.
“Insyaallah ini akan segera diinventarisir supaya angka putus sekolah semakin menurun. Semua anak harus bersekolah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), sesuai visi-misi Dewi-Iing,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pandeglang tahun ini mencapai sekitar 3.000 jiwa. Ribuan anak itu memilih berhenti melanjutkan pendidikan usai lulus SD maupun SMP.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











