SERANG, RADARBANTEN.CO.ID– Terinspirasi oleh sosok ulama pejuang Syekh Yusuf Al-Makassari, para pemuda dari Sulawesi Selatan dan Banten membentuk organisasi Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassari (AMSY). Organisasi ini akan dikukuhkan pada Minggu, 13 Juli 2024, di Pendopo Gedung Negara Provinsi Banten.
Ketua Umum AMSY, Arief Rosyid Hasan, menegaskan bahwa Syekh Yusuf bukan hanya tokoh masa lalu, tapi figur penting yang relevan untuk masa kini dan masa depan. “Kami, generasi muda yang terinspirasi oleh sosok Syekh Yusuf Al-Makassari—ulama, sufi, pejuang, sekaligus pahlawan nasional Indonesia,” ujar Arief dalam persiapan acara pengukuhan, Kamis, 10 Juli 2025.
Syekh Yusuf lahir di Sulawesi Selatan namun punya peran besar di Banten di masa Sultan Ageng Tirtayasa. Nilai-nilai perjuangan dan spiritualitasnya menjadi landasan berdirinya AMSY.
“Syekh Yusuf bukan hanya milik masa lalu, tetapi sosok yang relevan untuk masa depan,” tegas Arief.
Pengukuhan AMSY akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Mursyid Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassari, Syekh Sayyid Abd Rahim Assegaf (Puang Makka), Gubernur Banten Andra Soni, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, serta tokoh-tokoh agama dan pemuda lainnya.
AMSY hadir sebagai gerakan pemuda spiritual-progresif yang ingin merawat warisan Syekh Yusuf untuk membangun peradaban yang adil dan berkeadaban. “Dengan AMSY, kita tidak sekadar bergerak, kita berjuang dengan arah dan nilai,” kata Arief, yang juga merupakan Ketua Umum PB HMI 2013–2015.
Ia menyebut AMSY membawa misi menanamkan nilai-nilai spiritualitas Islam yang membebaskan dan menyejukkan, serta membentuk generasi muda intelektual dan militan dalam menghadapi tantangan zaman.
Lebih dari itu, AMSY juga akan menjadi ruang solidaritas lintas identitas dan kebangsaan, serta menjadi simpul kaderisasi, advokasi, dan gerakan sosial.
“AMSY juga bisa menjadi wadah diplomasi budaya Nusantara-Afrika serta menghidupkan jejaring internasional melalui nilai-nilai persaudaraan Syekh Yusuf di Banten, Makassar, dan Afrika Selatan,” pungkas Arief.
Editor : Merwanda











